Senin, 10 November 2014

MAKALAH BASIDIOMYCOTA

MAKALAH TENTANG BASIDIOMYCOTA
D
I
S
U
S
U
N
O L E H
NAMA                    :MARDIAH
     NIM                        :4132141014
                  KELAS                   :DIK C BIOLOGI 2013




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN AJARAN 2013/2014


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen bioteknologi serta rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan bantuannya dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca tentang kehidupan mikrobiologi khususnya tentang Basidiomycota.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan umumnya bagi pembaca
Terimakasih
Jatinangor,Oktober 2009

Penulis













DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR    …………………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI                    …………………………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 3
Latar Belakang      ……………………………………………………………………………… 3
Tujuan        ………………………………………………………………………………………… 4
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………. 6
Daftar  Gambar    ……………………………………………………………………. ……..10
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………….. 13
Kesimpulan            ………………………………………………………………………………………… 13
Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………….. 13













BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Terdapat sekitar  30000 spesies basidiomycota yang telah diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi. (kirk et al. 2001).  Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio basidiomycota memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk diploid yang terjadi pada siklus hidupnya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai dekomposer pada  kayu atau bagian lain tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis – jenis yang karpusnya (tubuh buahnya) besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Dalam buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh Indrawati Gandjar dkk. Kelompok tersebut (yang memiliki tubuh buah besar) dipakai istilah cendawan. Banyak di antara cendawan (mushrooms) sudah dimanfaatkan oleh manusai misalnya Agaricus bisporus, Pleurotus flabellatus, dan Falmmulina velutipes, akan teteapi banyak juga yang beracun, bahkan ada racun yang dapat mematikan, misalnya Amanita sp. Dkk.
Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro. Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman. Sedangkan basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.
Reproduksi pada jamur ini terjadi secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara menghasilkan konidia. Dan yang secara seksual terjadi perkawinan antara hifa yang berbeda jenis.
Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :
  • Urediniomycetes,
  • Hymenomycetes, dan
  • Ustilaginomycetes (Sjamsuridzal, 2001).
Tujuan Penulisan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah memberikan informasi tentang reproduksi, habitat, dll. agar pembaca mengetahui bahwa  kelompok jamur Basidiomycota ini merupakan kelompok jamur yang  dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari (meskipun pada kelompok ini terdapat jamur yang merugikan bagi manusia).

BAB II
PEMBAHASAN
Karakteristik Umum
Ciri-ciri basidiomycota
  1. Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis
  2. Hyfanya bersekat
  3. Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat
  4. Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme
  5. Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium
  6. Miselia dikariotik berumur panjang
  7. Memiliki tahapan diploid sementara
  8. Habitat jamur yang saprofit pada sisa – sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentukmikoriza.
Struktur tubuh
Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetatif  basidiomycota  terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya). Misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun.  Jalinan hifa generatif ada yang membentuh tubuh buah dan ada yang tidak. Tubuh buah disebut basidiokarp
Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti paying, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative.
Habitat
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza.
Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut.

Gambar. Reproduksi Seksual Basidiomycotina
Penjelasan :
  • Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
  • Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
  • Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
  • Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
  • Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
  • Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
  • Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
  • Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
  • Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.
PERAN BASIDIOMYCOTA
  • Yang menguntungkan manusia
No
Nama Jamur
Peran
1
Jamur kuping
(Auricularia polytricha)
Dapat dimakan
2
Jamur merang
(Volvariella volvacea)
Dapat dimakan
3
Jamur shitake
(Lentinulla edodes)
Dapat dimakan
4
Jamur kayu
(Ganoderma)
Sebagai obat atau makanan suplemen
  • Yang merugikan
No
Nama Jamur
Peran
1
Jamur karat
(Puccinia graminis)
Merupakan parasit pada daun tanaman pertanian
2
Puccinia arachidis
Parasit pada kacang tanah
3
Ustilago maydis
Parasit pada jagung
4
Amanita ocreata
Beracun jika dimakan
5
Amanita phalloides
Beracun jika dimakan
6
Amanita muscaria
Dapat menyababkan halusinasi jika dimakan
Terdapat beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang mempunyai tubuh buah yang sulit dibedakan antara beracun dan tidak beracun, sehingga lebih baik jangan memakan jamur yang belum diketahui dapat dimakan atau tidaknya.
Daftar Gambar
Amanita muscaria Auricularia polytricha Amanita ocreata
Amanita phalloides Ganoderma Puccinia graminis
Lentinulla edodes       Volvariella volvacea Puccinia arachidis
Gambar siklus hidup Puccinia graminis









BAB III

PENUTUP
Kesimpulan
Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sebagian jenis jamur ada yang dapat dimakan sebagai sumber protein, lemak. dan glikogen. Beberapa jenis lainnya dapat dimanfaatkan dalam industri makanan dan minuman dengan melalui proses fermentasi.
Di dalam ekosistem, jamur sangat berguna sebagai organisme dekomposer (pengurai). Jamur bersama bakteri berperan dalam menguraikan sampah organik hingga menjadi
bentuk sederhana.
Namun, beberapa jenis jamur ada yang dapat menyebabkan penyakit, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Akibat serangan jamur, tidak sedikit kerugian yang
ditimbulkannya terhadap hasil pertanian. Berikut ini beberapa contoh jamur yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan













DAFTAR PUSTAKA
Buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh Indrawati Gandjar dkk.
Buku biologi 1 Oleh Diah Aryulina Choirul Muslim, dkk.

SISTEM OTOT RANGKA



MAKALAH TENTANG SISTEM OTOT RANGKA PADA TIKUS
D
I
S
U
S
U
N
O L E H
NAMA :MARDIAH
MATA KULIAH    : STRUKTUR HEWAN
DOSEN PEMBIMBING : DRA.ADRIANA Y.D LBN.GAOL.MKES
                                                                                                      






FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN AJARAN 2012/2013







KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat tuhan yang maha esa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.makalah ini membahas tentang “sistem otot”.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai otot-otot aksial, otot-otot apendikuler, otot-otot branchiometer dan otot-otot integumen. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari tuhan yang maha esa.

      semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yangmembangun demi perbaikan di masa depan.

Medan, 9 oktober 2013



Penulis









DAFTAR ISI
Kata pengantar...............................................................................................
Daftar isi.........................................................................................................
Pendahuluan..................................................................................................
Pembahasan...................................................................................................
Penutup..........................................................................................................























BAB I
PENDAHULUAN
Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya.sel otot memiliki struktur filamen dalam sitoplasma, bentuk selnya memanjang agar dapat melangsungkan perubahan sel menjadi pendek. Di balik mekanisme otot yang secara eksplisit hanya merupakan gerak mekanik itu, terjadilah beberapa proses kimiawi dasar yang berseri demi kelangsungan kontraksi otot. Dalam makalah ini, dengan tujuan akhir pada penjelasan lengkap tentang proses di balik kontraksi otot, akan dibahas dahulu mengenai zat-zat kimia penyusun filamen-filamen tebal dan tipis yaitu aktin dan miosin.
Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh.terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka.otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti: lambung dan usus. Otot lurik (otot rangka)
Otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan. Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari).
Jaringan otot merupakan kumpulan dari sel sel yang serabut otot.selama perkembangan embrionik, serabut otot dibentuk melalui peleburan ekor dengan ekor dari banyak sel menjadi struktur yang seperti pipa.di dalam sel serabut otot ini terdapat unit kontaksi berupa protein yang trerdiri atas miofibril-miofibril.miofibril ini merupakan kumpulan dari lapis tebal (miosin) dan lapis tipis (aktin).




BAB II
PEMBAHASAN
A.     Struktur otot
Daging sebenarnya adalah kumpulan dari otot-otot.otot merupakan jaringan terbanyak yang menyusun tubuh manusia, pada awal kelahiran mencapai 25% dari massa tubuh, lebih dari 40% ketika remaja, dan 30% ketika dewasa/tua. Sel-sel khusus jaringan otot memiliki bangunan khusus yang dikaitkan dengan aktivitas kontraksi.berdasarkan bentuk serta bangunannya, sel sel otot disebut serabut otot (myofiber).tetapi serabut otot berbeda dengan denga serabut jaringan ikat, karena serabut jaringan ikat bersifat ekstra seluler, berbeda dengan sel. Jaringan otot secara langsung mampu menghasilkan gerakan. Sel-sel jaringan lain dapat pula bergerak, tetapi gerakannya kurang terintegrasi. Hanya kumpulan sel-sel yang mampu menciptakan gerakan kuat melalui progres kontraksi dengan gerakan searah dilaksanakn oleh otot.

Otot merupakan jaringan yang terdiri atas kumpulan sel-sel serabut otot.selama perkembangan embrionik, serabut otot dibentuk melalui peleburan ekor dengan ekor dari banyak sel menjadi struktur yang seperti pipa.hal ini yang menyebabkan mengapa serabut otot memiliki struktur yang panjang dan memiliki banyak inti.pada sel otot ini terdiri atas membran sel yang disebut dengan sarkolemna, sitoplasma sel yang disebut denngan sarkoplasma, serta banyak organel sel seperti mitokondria dan nucleus. Sarkolemna dicirikan dengan banyaknya invaginasi seperti lubang yang meluas ke dalam sarkoplasma pada sudut kanan  sepanjang aksis sel. Di dalam sarkoplasma terdapat glikogen, atp, phosphocreatine, dan enzim-enzim glikolisis.

Dalam sel serabut otot ini terdapat unit kontraksil yanng disebut dengan miofibril.perluasan sarkoplasma mengadakan hubungan dengan miofibril ini.ketika myofibril diamati dengan mikroskop elektron, ditemukan adanya pita terang dan pita gelap. Pita-pita ini kemudian disebut pita a (anisotrop atau gelap) dan pita i (isotrop atau terang). Pada pita a terdapat daerah yang tanpa filamen aktin, sehingga terlihat kurang padat daripada bagian pita a yang lain, daerah ini disebut dengan zone h. Pita i terbagi menjadi dua bagian oleh garis z yang tebal dan gelap. Sarkomer merupakan daerah antara dua garis z dan berulang sepanjang serabut otot pada jarak 1500 – 2300 nm tergantung bagian yang berkontraksi.sarkomer merupakan satuan fungsional otot.
Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan.
Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
1.  Kontraktibilitas yaitu kemampuan untuk berkontraksi / memendek
2.  Ekstensibilitas yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
3.  Elastisitas yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.
Menurut letaknya, otot dibedakan menjadi otot-otot batang badan, otot-otot anggota gerak dan otot-otot kepala.otot-otot batang badan terdiri dari otot-otot perut, otot-otot punggung, otot-otot dada dan otot-otot leher.otot punggung tidak terlihat dari permukaan tubuh.otot punggung berfungsi untuk gerak-gerik tulang belakang.

A.   Otot-otot axial
Otot-otot aksial adalah otot rangka yang terdapat pada bagian tubuh dan ekor
                - fungsinya :
·         Menyokong columna vertebralis dan kepala untuk berkomunikasi
Menurut lokasi dan fungsinya terdiri atas :

1.        Otot kepala dan leher
Terdiri atas :
  a. Otot wajah
otot ini berasal dari fascia superficialis atau pada tulang tengkorak
berinsertio pada fascia superficialis dari kulit
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7Ma9gT7nQO9T8Zc5unLzr4qfY90Tp9F7nIJfu2Y7brFPQ89Q0y69VkHVPsPllgNAlMrJst4Vrr2iVjDREOtWKiFK2H_3mHIu_sJHG_JNDjg1cIIGiuktUKmXHY7d_TVqd9lAqF-lA8GaX/s320/Picture4.jpgbila berkontraksi, akan menggerakkan kulit
Otot wajah terdiri atas :
1.otot kepala (scalp)
2.otot hidung
3.otot hidung
4.otot sekitar mata
5.platysma









                                                                                                                                 



2.      Otot ekstrinsik mata
disebut juga otot ekstra okuler
dinamakan ekstrinsik mata, karena origo didalam mata dan berinsertio dipermukaan luar 
   mata (sclera)
banyaknya 6 buah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpt_RFmz9JlwceuDSWvs6XO2xeMdXOKdyZhxAyirhlPcIV-zbXT2dkoSVXWClKyneXCtwI9whYZMI0dEipFRjkBr1QEDeSPqDy_rdVNwfzUrOqRrq_0vMRYctbV36fED7o5fu22WXh1xE5/s320/Picture5.jpg

3.      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPd4UwdwkhD8M2fyVD2en2swQLABKaQbWjfJHxVc9YfXXJzIWmmglazIQ9dHGewo_ksaJR2aY_vzMAGyBRKE6qlBVB_jR-ISMQOP2A21gG2mLlmaqzZ3II-dfoIJcFPc4d23FKLzAPL6Jo/s320/Picture6.jpgotot pengunyah
bereaksi dalam proses mengunyah
menggerakkan mandibula pada articulatio temporo mandibularis
otot ini ada 4 pasang
disarafi oleh n.mandibularis
terdiri atas : - superficialis
- profunda



4.      Otot yang menggerakkan lidah
lidah merupakan organ yang mobilitasnya tinggi
terdiri atas :
1.otot intrinsic berfungsi melipat, memendekkan selama mengunyah dan berbicara
2. Otot extrinsic berasal dari bagian leher dan kepala den berinsersi pada lidah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjebMdjZnAoduWzXo0Fse2gnoyrXsKT-yPpOrg4T5VvE7Jn5aoq8AJCDc0VUM229s5amxDS0fTA1iF1hS2ICpR50KGhGNxL4ZyINNHd8c6MK6SGFAaW48MiqwZbjW2baWmjAzYxQlW-j96d/s320/Picture7.jpg
5.      Otot pharynx
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht7rqZyZhQq6Fik47fcA81hTvzhZ8zqc7VpMkrvmliDkPFcn0u3ao4lJEuUkbp4YOdfuqmtRJqeQnQM1aW9hHsBML_yUxXyfgE_p93nQ_Dc1KQL_jcQd5wPMU5tAIHQDpvrx1CboG4Q-fQ/s320/Picture8.jpgotot ini ikut membentuk pharynx yang
Berupa terowongan
berperan dalam proses menelan












6.      Otot columna vertebralis
merupakan otot yang sangat komplit
mempunyai origo dan insertio pada berbagai-bagai alat
seluruh otot ini ditutupi oleh punggung superficial
otot ini terdiri dari :  -   otot yang menegakkan leher dan columna   vertebralis
(erector spinae)
-   otot yang menghubungkan dan menstabilkan   vertebra
(transversospinalis)
-   otot extensor dan lateral flexor spinalis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNs6t_IMyO4CBK4lrWSNTnTidozGLMtxN9bnga_sqgf8xDdsxDoN4uk0LilejmRaHNRsXQhQoo8wldg8Q89kEamFUa1haevSisfrFBExIAIquuHhKKY4nwf-zC1UoCj1GgImBC69TW63Kh/s320/Picture11.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5WgZjQ-49vxeNtYoJIE6xt1m-XK1Gykl9WiWmJ7pgtsQoHsiXm3wIcczt5Y6XEyJFIlA1HvxgLtqD2QzqF9760_clkL8bT39nIrQvoAmZKP54XkO3AB39dWRro6k7HdDDujtRYALt6B36/s320/Picture13.jpg

7.      Otot respirasi
proses respirasi terdiri dari :
1.inspirasi (inhalation)
       pada inhalasi, otot berkontraksi, sehingga ukuran cavum thorac meningkat dan paru-paru 
Diisi dengan udara
1.      Expirasi (exhalation)
 pada exhalasi, beberapa otot berkontraksi dan sebagian lagirelaxasi, menyebabkan ukuran cavum thorax menuriun dan udar keluar dari paru

•terletak dibagian anterior dan posterior dinding thorac
•ditutupi oleh otot superficial dinding thorac
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRuQV9piZ8qgvpz_8uAHDc63A8frnhmr_-pjA0m_wMq3wUVtu9I6G3uti73Hv3_WpDL4bAf1ouKDufajnJTBth-aT3YOJScGSYucoCji82c8b8c7buEJwwtTVwohskqPou7BHsE54XIqyF/s320/Picture15.jpg


8.      Otot dinding perut
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZIs9vJtGMygQ1YwMkUgZFrRmhQU4gVpXudOSMXqSzTGq8Jg9TZ_PvyWl10saKOoQMI5cL0KKOknb33M-6LSGiDr2S-C6Rh3lYbLoJ9xqPDPu_2dK1hRHrYqHYFsgf-EHXp33H7gMTcNol/s320/Picture16.jpg•terdiri atas :
          - otot serong perut
          - otot lurus perut
 - otot melintang perut













9.      Otot dasar panggul

•dasar panggul dibentuk oleh diaphragma pelvis yang terdiri atas :
  - 3 lapis otot yang secara bersama membentuk dasar panggul dan menyokong alat dalam
Pelvis
- fascia
•diaphragma pelvis memanjang dari os. Ischium dan os. Pubis menuju sacrum dan coccygis melintasi pelvic outlet
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcgcOudhYyIrb8YeGuJy5-WRukJo8dmU9EDDlSfFr_g4j9K-zke4004Dl_lIvJTgmI7shYgUD1Hbp50aIjfaFhUlyJkjASlET3NMSgUZJjs2mIL9RB7kRtA_qCO0cGtE_PtqsvA7U8HCJy/s320/Picture17.jpg

Muscular levator ani
•merupakan otot yang paling besar dan penting pada dasar panggul
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguISk7FUe1A-Nf-qZ7U6TuBhWjKUqxyMG3Bbtc0ZMR-rOaW4152EzLMwIpE5H6R7_qbky54mYuk9MQayMZ_XYYp-N0KqVPx0mMdQOMn7jqTaeVY32mpKEwPcs8EobeRjZzNuqu5TCIusMZ/s320/Picture18.jpg


B.   Otot-otot appendicular
•otot ini mengkontrol pergerakkan extremitas superior dan inferior dan menjaga
Stabilitas gelang bahu dan gelang panggul
•otot ini dibagi atas regio skeleton yang digerakkannya

Ø  Otot yang menggerakkan gelang bahu dan extremitas superior
•terdiri atas:
  1.   Otot yang menggerakkan gelang bahu   (pectoral girdle)

•otot ini berasal dari axial skeleton dan berinsertio pada clavicula dan scapula
•otot ini menstabilkan scapula dan menggerakkannya untuk meningkatkan pergerakkanlengan
•otot ini berdasarkan letaknya pada dinding thorac dibagi atas : anterior dan posterior
Berdasarkan pergerakkan scapula, otot yang menggerakkan gelang bahu dibagi atas
1.otot rotator superior
2.otot rotator inferior
3.otot elevator
4.otot depresor
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFFrY5hswObTxnNimxWVj9YGbwk-v9vSyOjQo7e6t1lmVt54BDzqiUmVqjoMkX7cle0ONRcEcFkVNdMRsXJNuigxJwd0kkERbfSCV_zegCsPNDBYHlm-qdLlFut2huvoFJ_PYy7dmnxOWL/s320/Picture21.jpg
Otot yang menggerakkan articulatio gleno humeralis/lengan atas
•otot ini berinsertio pada humerus
•berdasarkan origonya dibagi atas :
  1. Otot yang ber-origo pada axial skeleton
         2. Otot yang ber-origo pada scapula
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFVH3rpuWm752rPOGt2wFjxe3dvtvy5Qzb5BuPBeKpOpHRlHZ2sBjb5WCdjnsBjyLO7-eq9__WRMCDmIlrYUMLev-CfiUagO2PhB6Kiv_F93fRwOGIGjbuGOrgEexMsYfH1wng4wUiViYk/s320/Picture22.jpg


Rotator cuff muscles (otot manset rotator)
•terdiri atas :
          - m. Subscapularis
  - m. Supraspinatus
  - m. Infraspinalis
         - m. Teres minor
•menstabilkan dan menguatkan articulatio gleno humerale

c.  Otot-otot branchiomer

            otot brachiomer berhubung dengan lengkunng farinks pada vertebrata. Otot—otot ini dapat dikategorikan sebagai otot viseral karena adanya bukti-bukti berikut ini:
Ø  Posisinya pada saluran dinding pencernaan, merupakan ciri khas otot viseral
Ø  Saraf motoris yang mempesarafinya berasal dari bagian viseral motoris dari ootak yang berdekatan dengan bagian yang mempersarafi otot-otot polos dan kelenjar
Ø  Otot—otot branchiomer berhubungan dengan dua proses, yaitu penanganan makanan dan pernapasan (respirasi)
Ø  Asalnya pada saat kehidupan embrio bukanlah miotom.


d. Otot-otot integumen
            kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama, letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya.struktur ini dapat berupa struktur yang lunak, seperti kelenjar eksresi, tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini, dinamakan eksoskelet.
Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan, maka fungsinya pun bermacam-macam pula, antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis, fisis, organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya, termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya; kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu.
Sistem urat daging (otot) pada ikan pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting. Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah, kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut.secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe, yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu: otot polos, otot bergaris, dan otot jantung. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos.
Otot integumen yang paling banyak dipelajari adalah otot mimetik, yaitu otot yang terlibat dalam ekspresi emosi. Lebih dari 30 jenis otot integumen terlibat dalam ekspresi emosi wajah ini seperti mempersempit sudut mulut pada saat kesakitan, mengangkat bibir ketika tersenyum, mengerutkan dahi, mengangkat alis, melebarkan lubang hidung, menggerakkan daun telinga dan lain-lain.


























BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Otot-otot aksial adalah otot rangka yang terdapat pada bagian tubuh mulai dari kepala,leher, badan dan ekor, otot ini ditemukan pada otot-otot lidah, otot-otot intrinsik bola mata.
Otot-otot apendikuler letaknya menyusup pada bagian pinggang dan alat-alat gerak seperti sirip pada ikan maupun lengan bahu pada manusia.
Otot-otot branchiomer berhubungan dengan dua proses yaitu penanganan makanan dan pernapasan (respirasi). Contohnya pada otot-otot intriksik anggota depan reptilia dan mamalia.
Integumen merupakan sistem pembalut tubuh pada ikan yang terdiri dari kulit. Kulit selain berfungsi sebagai pembalut tubuh juga berguna sebagai alat pertahanan pertama terhadap penyakit, perlindungan dan penyesuaian diri terhadap faktor-faktor lingkungan, alat ekskresi dan osmoregulasi sebagai keseimbangan tubuh. Kulit sebagai pembungkus pada ikan terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar yang disebut dengan epidermis dan lapisan dalam yang disebut dengan dermis atau corium.
















DAFTAR PUSTAKA

Gardner.1995.anatomi jilid i edisi kelima.jakarta :ui press
Trisupeni,hj.1995.buku pelajaran smu biologi.jakarta: erlangga