D
I
S
U
S
U
N
O L E H
NAMA :MARDIAH
NIM :4132141014
KELAS :DIK C BIOLOGI 2013

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN AJARAN 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang
Evolusi dalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Perubahan- perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses
utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi
ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan
menjadi bervariasi dalam suatu populasi.Ketika organisme bereproduksi,
keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh
dari perubahan gen akibat mutasi ataupun
transfer genantar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual,kombinasi gen yang baru juga
dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara
organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum
atau langka dalam suatu populasi.Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama,
yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik . Seleksi alam merupakan sebuah
proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup
dan reproduksi organism menjadi lebih umum dalam suatu populasi dan sebaliknya,
sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu
dengan sifat-sifat yang menguntungkan
lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada
generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.
Setelah beberapa generasi,adaptasi terjadi
melalui kombinasi perubahan kecil sifat yangterjadi secara terus menerus dan
acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu,hanyutan genetik merupakan sebuah
proses bebas yang menghasilkan perubahanacak pada frekuensi sifat suatu
populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat
akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidupdan bereproduksi.
Walaupun
perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan
ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada
organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu
dengan organismeyang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal
berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi
secara perlahan ini
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Adaptasi?
2. Apa yang dimaksud dengan Evolusi?
3. Bagaimana Evolusi terjadi?
4. Bagaimana keruntuhan teori Evolusi?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian Adaptasi.
2. Mengetahui pengertian Evolusi.
3. Mengetahui proses terjadinya Evolusi dan
keruntuhannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Adaptasi
Evolusi bersal dari bahasa latin yakni Evolvo yang artinya
membentang. Pengertian sesungguhnya adalah perubahan berangsur dan pelan.Adaptasi adalah
kemampuan makhluk hidup untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan
tempat hidupnya agar tetap hidup (survive) dan berkembang biak di
lingkungan alaminya. Adaptasi
merupakan proses evolusi yang mana sesebuah populasi mampu mempersuaikan
dirinya dengan habitatnya. Proses ini berlaku selama turun-temurun
lamanya, sebagai satu fenomena biologi yang asas. . Ada
bermacam-macam evolusi yaitu evolusi geologi, evolusi astronomi, evolusi
biologi dan evolusi budaya. Ditinjau dari bagian yang mengalami perubahan,
evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi kosmik dan evolusi organik. Disamping
itu ada istilah lain yang dikenal dengan evolusi geologis. Evolusi kosmik
merupakan perubahan yang terusmenerus terjadi di alam raya (evolusi universe). Evolusi
organik adalah perubahan yang terjadi pada makhluk hidup atau komponen
biotik dari generasi ke generasi baik morfologis maupun fisiologis. Hal
ini dikenal juga dengan evolusi biologis. Sedangkan evolusi geologis
dikenal sebagai perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi
karena dari waktu ke waktu terjadi pelapukan. Evolusi biologi, yang selanjutnya
disebut evolusi saja adalah perubahan berangsur yang terjadi pada makluk
hidup yang ada di bumi sesuai dengan perubahan zaman. Menurut pengertian
evolusi, semua jenis makluk hidups ebenarnya berasal dari makluk terendah.
Sesuai dengan peredaran zaman dan perubahan geologi-astronomi terjadi
perubahan berangsur pada makluk hidupsampai terjadi terjadi makluk yang
sekarang ada. Berdasarkan pemikiran evolusi, manusia digolongkan sebagai hewan.
Hewan sendiri mengalami tingkat perkembangan dan bentuk seperti makluk
terendah, mulai dari virus, bakteri, protozoa, cacing, ikan sampai pada
mamalia. Evolusi pun sampai kini masih berlangsung. Bahkan dikira lebih
cepat dikira prosesnya kini dari pada masa purba.Setiap lekuk, celah dan
tonjolan dari bumi ini baik darat, laut maupun udara dihuni oleh makluk hidup
dengan jumlah dan variasi yang banyak sekali. Struktur dari makluk hidup
tersebut baik yang masih hidup maupun yang telah menjadi fosil ternyata dapat
dibandingkan, sejalan dengan urutan waktu pemunculan sejak zaman purba
sampai masa kini. Perbandingan ini dapat diperoleh dari persamaan
fisiologis, biokimia serta perbedaan spesies melalui analisis konstitusi
genetis masa kini. Berdasarkan pada perbandingan-perbandingan yang detail
dintara makluk hidup itulah konsep evolusi dapat dijelaskan. Pengertian tentang
konsep evolusi dapat timbul baik secara alam maupun secara logika dari
pengertian tentang genetika.Konsep ini muncul bukan dari sejarah melainkan
dikemukakan berdasarkan padahasil-hasil penelitian serta pengamatan yang banyak
sekali terhadap persamaan dan perbedaan dalam struktur dan fungsi dari
berbagai bagian dunia, diantaranya adalahhasil penelitian dan pengamatan
Charles Darwin.Pengertian evolusi yang lain dapat dinyatakan sebagai perubahan
yang terjadisecara bertahap dan berurutan sepanjang masa kehidupan dari satu
kondisi ke kondisi lainnya. Planet, bintang, topografi dunia, susunan kimia
dari bumi, elemen kimia dan partikel atom dapat berubah secara bertahap
yang dikenal sebagai Evolusi Anorganik.Semua jenis hewan dan tanaman yang ada
saat ini diturunkan dari organisme lainyang terjadi secara sederhana misalnya
modifikasi secara bertahap danterakumulasi pada generasai yang ada saat ini
disebut Evolusi Organik.Kecendrungan utama dari kajian evolusi tumbuhan dan
hewan menunjukkanterjadinya adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang ternyata
sering melibatkan peningkatan spesialisasi dan kompleksitas dari struktur
dan fungsi dari makluk hidup.
B. Prinsip Evolusi
Perubahan yang terjadi pada kromosom dan gen merupakan
materi dasar dari evolusi,
isolasi biasanya menyebabkan munculnya spesies baru dan seleksi alam oleh adanya perbedaan reproduksi dan
mutasi. Selanjutnya ada lima prinsip evolusi yaitu :
1.
Pada suatu saat evolusi terjadi
lebih cepat dari yang lainnya. Bentuk-bentuk baru muncul dan bentuk
lama punah.
2.
Laju kecepatan evolusi tidak
berlangsung sama pada tiap-tiap organismeyang berbeda. Umumnya evolusi
mula-mula berlangsung cepat pada saat spesies baru muncul dan kemudian
diperlambat apabila kelompoknya terbentuk.
3.
Spesies baru bukan merupakan bentuk
dari yang paling sempurna yanglangsung hidup, tetapi berasal dari bentuk
sederhana yang belum terspesialisasi.
4.
Evolusi tidak selalu dari yang
sederhana ke kompleks, ternyata banyak contoh”evolusi regresif” yaitu dari
bentuk kompleks menuju bentuk sederhana. Sebagaicontoh adalah kasuari
diturunkan dari burung bersayap yang dapat terbangkemudian berkembang menjadi
kasuari yang tidak bersayap dan tidak dapat terbang.
5.
Evolusi terjadi dalam populasi bukan
dalam individu, oleh proses mutasi,reproduksi diferensial dan seleksi alam.
C. Ciri-Ciri
Proses Evolusi
Ahli-ahli biologi telah mengadakan pengamatan tentang
perbandingan kupu-kupu yang berwarna gelap dengan yang berwarna cerah di
Inggris Selatan masih sama
pada tahun 1850. Akan tetapi waktu mereka mempelajari koleksi dari daerah industri Midland di Inggris yang
penuh asap, mereka menemukan sedikit sekalikupu-kupu yang berwarna cerah. Tidak
diragukan lagi bahwa pewarnaandikendalikan secara genetik, tetapi mengapa
kupu-kupu yang berwarna cerah yang lebih banyak terdapat disuatu daerah, sedang
kupu-kupu yang berwarna gelap terdapat lebih banyak di daerah lain?
Mengapa dahulu kupu-kupu berwarna gelap lebih jarang daripada sekarang?
Dari peristiwa iti dapat kita catat empat hal
penting yaitu :
D.
Sejarah Singkat Evolusi
Tokoh-Tokoh
Pencetus Teori Evolusi.
Alfred
Russel Wallace O.M.,F.R.S. (lahir 8 Januari 1823– meninggal 7
November 1913 pada umur 90 tahun) dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologidariBritania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori
tentang seleksi alam, dimana kemudian harimalah membuatCharles Darwinlebih terkenal dari dia dengan teorinya sendiri.Ia dianggap sebagai ahli terkemuka
di abad ke-19 dalam bidang penyebar anspesied binatang dan kadang-kadang
dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi,sebuah kajian tentang spesies
apa, tinggal dimana dan mengapa. Ia adalah salah seorang dari pemikir
revolusioner pada abad ke-19 dan memberikan banyak masukan kepada pembangunan "teori
evolusi" selain juga salah seorang penemu dari "teoriseleksi
alam". Termasuk didalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalamduniafauna,dan juga "Efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang
bagaimana seleksi alam
dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna.
Penemu
dasar evolusi berawal dari Surat Wallace dari Ternate kepada Darwin itu
kemudian dikenalsebagai
Letter
from Ternate
Surat itu menjadi terkenal karena disertai
makalah yang diberi judul
On
the Tendency of Varieties to Depart Indefinitelty from the Original Type
Dari makalah itu, Wallace mengemukakan
pemikirannya mengenai proses seleksi alam mempertahankan suatu spesies di dunia. Spesies yang mampu bertahan disebut Wallace
sebagai hasil kelangsungan yang terbaik atau yang paling memilikikemampuan
bertahan tidak akan punah.Itulah kerangka dasar pemahaman seleksi alam yang
diletakkan Wallace saatitu. Akhirnya pemikiran itu menunjang teori evolusi yang
dipopulerkaAlfred
Wallace, dikenal sebagai Bapak 

Biogeografi Evolusi n
Darwinmelalui bukunya
Darwin
dan Evolusi
Ada
dua macam sumbangsih Darwin yang berkaitan dengan evolusi. Yang pertama
adalah ia menyajikan sejumlah besar fakta sebagai bukti evolusi. Yangkedua, ia
memberikan penjelasan mengenai mekanisme evolusi, yang dikenal sebagaiteori
Darwin.
Mayr membedah paradigma evolusioner Darwin menjadi lima teori utamayang menjadi
dasar dari pemikiran tentang evolusi:
1.
Evolusi itu sendiri
Teori
ini menyatakan bahwa dunia tidaklah konstan atau baru saja tercipta dan
tidak pula bersiklus (melingkar), melainkan terus berubah, dan bahwa
organisme mengalami transformasi (perubahan) dalam perjalanan waktu.
2.
Asal usul yang sama (common descent)
Teori
ini menyatakan bahwa setiapkelompok organisme diturunkan (berasal) dari moyang
yang sama, dan bahwasemua kelompok organisme akhirnya dirunut balik ke satu
asal kehidupan di bumi.
3.
Perbanyakan spesies
Teori
ini menjelaskan tentang asal mulakeanekaragaman makhluk hidup yang amat besar,
melalui perpecahanmenjadi spesies-spesies anak ataupun ‘pertunasan’, yaitu
terbentuknya populasi pendiri yang terisolasi geografis dan akhirnya
berkembang menjadispesies baru.
4.
Gradualisme
Menurut
teori ini perubahan evolusioner terjadi melalui perubahan populasi secara
bertahap, bukan dengan dihasilkannya individu baru secara mendadak yang
merupakan tipe baru.
5.
Seleksi alami (Natural Selection)
Menurut
teori ini perubahan evolusioner tercapai melalui produksi berlimpah
variasi di setiap generasi. Sedikitindividu yang bertahan hidup, berkat
karakter-karakter terwariskan yang lebihadaptif, menurunkan generasi
selanjutnya.Inti dari teori evolusi Darwin adalah bahwa evolusi terjadi melalui
seleksi alami.Gagasannya itu lahir melalui penalaran induktif dan deduktif.
Prosesnya diikhtisarkanSebagai berikut :
Populasi dari masa ke masa,Evolusi telah mempersatukan semua
cabang ilmu biologi.Idea tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama
menjadi pemikiran manusia.
Namun,di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknyateori
evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori . Darwin (1858) mengajukan 2
teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang
hidup sebelumnya,dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Perkembangan tentang
teori evolusi sangat menarik
untuk diikuti. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi
bersifatgradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasarkan
hasilnyasendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru.Dalam perkembangannya
teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutamadari golongan agama, dan yang
menganut paham teori penciptaan – Universal Creation), dukungan dan pengkayaan-pengkayaan. Jadi, teori
sendiri juga berevolusi sehingga
teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label “NeoDarwinian” dan
“Modern Sintesis”, bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. Berbagai istilah di bawah
ini merupakan hasil pengkayaan yangmencerminkan pergulatan pemikiran dan
argumentasi ilmiah seputar teori evolusi: berdasarkan kecepatan evolusi
(evolusi quasi dan evolusi quantum)
berdasarkan polanya (evolusi gradual, evolusi punctual, dan evolusi
saltasi) dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan evolusi
mikro).
Perkembangan
Teori Evolusi Darwin. Sejarah Singkat Charles Darwin (1809 – 1882)
1831-1836:
Perjalanan laut dengan kapal Beagle.
1844:
Draft buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” telah selesai.
1858:
Afred Russel Wallace mengirim manuscript kepada J. Hooker anggota RoyalSociety,
berisi tentang perluasan ide dari Malthus. Makalah bersama oleh Darwindan
Wallace di forum Society.
1859:
Publikasi buku “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection”
1860:
Perdebatan antara Huxley dan Wilbeforce tanpa kehadiran Darwin
Darwin
menghabiskan sisa masa hidupnya untuk penelitian dan publikasi buku“Descen of
Man” (1871) dan “The Expression of Emotion in Man and Animals”(1871).Buku
“Origin of Species by Means of Natural Selection” yang diterbitkan tahun 1959,
menurut indeks sitasi merupakan buku yang paling banyak diacu oleh penulis
lain(selain kitab suci) selama ini.
Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi
alam (Neo Darwinian) terjadikarena adanya:Perubahan frekuensi gen dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
•
Perubahan dan genotype yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.
•
Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan(DNA/RNA).
•
Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihisumber daya
lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.
•Generasi
berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu fertile(dan
beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.
Implikasi Teori Evolusi Darwin
a.
Asal Usul Spesies Teori
utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan
bila diurut lebih lanjut semua spesies makhluk hidup diturunkan dari nenek
moyang umum yang sama. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Teorinya akan ditentang banyak
pihak. Para penentangteori ini dikategorikan dalam tiga kelompok
utama:a.Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak
cukup“ilmiah”.
b.Kelompok
“Creationist” yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus
oleh yang Maha Kuasa untuk tujuan tertentu.
c.
Kelompok penganut filsafat “idealist” yang berpendapat bahwa spesies
tidak berubah. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari
pola umum“archetypes”. Goethe mengabstaksikan satu archetype atau Urbild
untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.Untuk
para penentangnya dari dua kelompok pertama di atas Darwin cukupmenandaskan
bahwa keajaiban-keajaiban atau intervensi dari kekauatan supranatural dalam pembentukan spesies adalah
tidak ilmiah. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois
Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik.Pada Origin edisi pertama, Darwin
(1959) di halaman 435, menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah
archetype adalah “interesting” dan “unity of type”nyamerupakan “hukum” biologi
yang penting. Kemudian setelah Owen lebih keras lagi menentang teorinya. Darwin pada
edisi berikutnya menambahkan “tetapi itu bukan penjelasan ilmiah”. Menurut
Darwin penjelasan tentang “homologi” dan “unity of types” terkait dengan
nenek moyang adalah ilmiah, sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Oleh
karena Darwin memandang masalah ini sebagai pewarisan. Akibatnya adalah,
sel nutfah yang memproduksi sel somatik tidak dipengaruhi oleh kemampuan
baru apapun yang sel somatik dapatkan selama hidupnya. Informasi genetik tidak dapat diwariskan melalui
plasma soma ke plasmanutfah ataupun dari generasi ke generasi. Ini disebut
sebagai sawar Weismann Gagasan
mengenai sawar Weismann ini berperan penting dalam sintesis evolusimodern.
Menurut Weismann, proses mutasi acak yang terjadi pada gamet merupakan satu-satunya sumber
perubahan pada makhluk hidup yang diseleksi olehseleksi alam. Gagasan Weismann
ini muncul sebelum karya Gregor Mendel ditemukan kembali. 

Teori
Evolusi Jean Baptiste Lamarck Dari Buku Philosophie Zoologique Asal Prancis Dengan Paham Gagal Use and
Disuse – Biologi Jean
Baptiste Lamarck (1774-1829) adalah seorang ahli biologi dari Perancisyang
membuat suatu teori mengenai makhluk hidup yang sederhana dengan yang modern mamiliki suatu hubungan asal-muasal.
Teori
Lamarck dikenal dengan paham"use and disuse" dari buku Philosophie
Zoologique yang sudah tidak dapat diterimaalias gagal.Dalam bukunya lamarck
menjelaskan teorinya dengan inti sari sebagai berikut di bawah ini :
1.Makhluk
hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup yang sempurna / modern dengan tingkat
kompleksitas yang tinggi.
2.Makhluk
hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dengan
menggunakan organ tubuhnya.
3.Organ
tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang
lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernahdigunakan akan
menghilang.
4.Perubahan
organ tubuh akan diwariskan dan diturunkan ke generasi berikutnya atau
keturunannya.
Contoh yang digunakan lamark untuk
memperkuat teorinya adalah pada binatang /hewan menjangan. Pada awal mula
ceritanya menjangan tidak punya tanduk. Tetapi karena kepalanya sering digunakan untu beradu kepala antara
menjangan yang satudengan yang lain, maka tumbuh tanduk panjang. Semakin sering
beradu pala,semakin panjang tanduknya.Persamaan teori lamack dengan tori darwin
adalah evolisi sama-sama terjadi karena pengaruh faktor lingkungan.
Sedangkan perbedaannya adalah pada yang menyebabkan perubahan makhluk hidup, di mana lamarck
disebabkan oleh kuantitas penggunaan organ tubuh, sedangkan darwin pada
seleksi alam.Lamarck dikenal sebagai penggagas suatu bentuk teori evolusi
kehidupan,yang kemudian dikenal sebagai Lamarckisme. Ia percaya akan adanya
perubahan linear pada makhluk hidup dari
bentuk tersederhana menuju bentuk yang lebih canggih. Walaupun demikian, ia mendasarkan pada pendapat
yang telah berlaku sejak masa Yunani Kuna yang menyatakan bahwa setiap
spesies sudah ada sejak penciptaan kehidupan. Pemikiran ini
bertentangan dengan banyak pendapat sarjanaPerancis sezamannya, yang lebih
condong pada perkembangan spesies: spesies-spesies terbentuk dalam perkembangan
proses kehidupan, tidak "langsung jadi" begitu saja. Perubahan terjadi
pada spesies sebagai akibat reaksi mereka terhadap lingkungan (adaptasi). Anggota tubuh
yang terlatih akan menguat, sementara yangtidak terpakai akan melemah dan
tereduksi. Hasil adaptasi ini lalu diwariskan secaraturun-temurun kepada
anaknya.Semenjak Charles Darwin dan Alfred Wallace mengemukakan teori mereka,
teoriLamarck sering kali disitir untuk menyanggah pendapat Darwinisme tentang
seleksialam. Pertentangan pemikiran ini baru tuntas setelah genetika semakin
dikenal orang pada abad ke-20. Konsep-konsep genetika banyak memberi
dukungan pada Darwinisme.
Akibat
Evolusi
Evolusi
mempengaruhi setiap aspek dari bentuk dan perilaku organisme.Yang paling
terlihat adalah adaptasi perilaku dan fisik yang diakibatkan oleh seleksi alam.
Adaptasi-adaptasi ini meningkatkan kebugaran dengan membantu aktivitas seperti
menemukan makanan, menghindari predator, dan menarik lawan jenis.Organisme juga
dapat merespon terhadap seleksi dengan berkooperasi satu samalainnya, biasanya
dengan saling membantu dalam simbiosis. Dalam jangka waktuyang lama,
evolusi menghasilkan spesies yang baru melalui pemisahan populasileluhur
organisme menjadi kelompok baru yang tidak akan bercampur kawin. Akibat evolusi
kadang-kadang dibagi menjadi makroevolusi dan mikroevolusi. Makroevolusi adalah evolusi yang terjadi pada tingkat di
atas spesies,seperti kepunahan dan spesiasi. Sedangkan mikroevolusi adalah perubahan evolusioner yang kecil, seperti adaptasi yang
terjadi dalam spesies atau populasi.Secara umum, makroevolusi dianggap sebagai
akibat jangka panjang dari mikroevolusi.
Sehingga perbedaan antara mikroevolusi dengan makroevolusi tidaklah begitu
banyak terkecuali pada waktu yang terlibat dalam proses tersebut.
Namun, pada makroevolusi, sifat-sifat keseluruhan spesies adalah penting.
Misalnya, variasi dalam
jumlah besar di antara individu mengijinkan suatu spesies secara
cepat beradaptasi terhadap habitat yang baru, mengurangi kemungkinan
terjadinya kepunahan. Sedangkan kisaran
geografi yang luas meningkatkan kemungkinan spesiasi dengan membuat sebagian populasi menjadi
terisolasi. Dalam pengertian ini mikroevolusi dan makroevolusi dapat melibatkan seleksi pada
tingkat-tingkat yang berbeda, dengan mikroevolusi bekerja pada gen dan
organisme, versus makroevolusi yang
bekerja pada keseluruhan spesies dan mempengaruhi laju spesiasi dan kepunahan.Terdapat sebuah
miskonsepsi bahwa evolusi bersifat "progresif", namun seleksi alam tidaklah memiliki
tujuan jangka panjang dan tidak perlulah menghasilkan kompleksitas yang lebih besar. Walaupun spesies kompleks berkembang dari evolusi, hal ini terjadi sebagai
efek samping dari jumlah organismeyang meningkat, dan bentuk kehidupan yang
sederhana tetap lebih umum. Sebagaicontoh, mayoritas besar spesies adalah prokariota mikroskopis yang membentuk setengah biomassa dunia walaupun bentuknya yang kecil, serta merupakan
mayoritas pada biodiversitas bumi. Organisme sederhana oleh karenanya
merupakan bentuk kehidupan yang dominan di bumi dalam sejarahnya sampai
sekarang. Kehidupan kompleks
tampaknya lebih beranekaragam karena ia lebih mudah diamati.
Asumsi dasar adaptasi berkembang
dari pemahaman yang bersifat evolusionari yang senantiasa melihat manusia
selalu berupaya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan alam sekitarnya, baik
secara biologis/genetik maupun secara budaya. Proses adaptasi dalam evolusi
melibatkan seleksi genetik dan varian budaya yang dianggap sebagai jalan
terbaik untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan. Adaptasi merupakan juga
suatu proses yang dinamik karena baik organisme maupun lingkungan sendiri tidak
ada yang bersifat konstan/tetap.
Macam-macam Adaptasi
1. Adaptasi
Morfologi
Adaptasi
morfologi merupakan penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ
tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi
morfologi mudah diamati, dan biasanya disebabkan karena adanya perbedaan jenis
makanan dan habitat.
2. Adaptasi
Fisiologi
Adaptasi
fisiologi adalah upaya penyesuaian fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup
terhadap lingkungannya. Biasanya adaptasi fisiologi melibatkan zat-zat kimia
tertentu untuk membantu proses metabolisme tubuh. Adaptasi fisiologi ini dapat
terjadi pada semua makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, maupun manusia.
3. Adaptasi
Tingkah Laku
Adaptasi
tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah
tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Adaptasi
tingkah laku lebih mudah diamati daripada adaptasi fisiologi. Adaptasi tingkah
laku ini biasanya berhubungan erat dengan makanan, udara dingin, dan sistem
pertahanan.
Evolusi
Evolusi (dalam
kajian biologi) berarti
perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh
kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang
menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang
diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam
suatu populasi.
Evolusi terjadi
ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam
suatu populasi. Menurut Lamarck evolusi terjadi karena adaptasi,
sedangkan adaptasi timbul karena diinginkan, yaitu perubahan struktur atau
bentuk yang terjadi karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk
menghadapi perubahan lingkungan.
Mekanisme utama
yang mendorong evolusi:
- seleksi alam yang merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam.
Seleksi alam populasi
berwarna kulit gelap.
- Hanyutan Genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) yang merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
Simulasi hanyutan genetika 20 alel yang
tidak bertaut pada jumlah populasi 10 (atas) dan 100 (bawah). Hanyutan mencapai
fiksasi lebih cepat pada populasi yang lebih kecil.
Pada tahun 1859
Charles
Darwin, On the Origin of Species yang
menjelaskan dengan detail teori evolusi
melalui seleksi alam. Darwin mengajukan lima teori perihal evolusi:
- Bahwa kehidupan tidak tetap sama sejak awal keberadaannya
- Kesamaan leluhur bagi semua makhluk hidup
- Evolusi bersifat gradual (berangsur-angsur)
- Terjadi pertambahan jumlah spesies dan percabangan garis keturunan
- Seleksi alam merupakan mekanisme evolusi
Karya Darwin
dengan segera diikuti oleh penerimaan teori evolusi dalam komunitas ilmiah.
Pada tahun 1930, teori seleksi alam Darwin digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi modern, yang menghubungkan
satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi alam).
Evolusi makhluk
hidup dapat dibuktikan berdasarkan penemuan fosil. Fosil adalah sisa makhluk
hidup dari zaman purba yang telah membatu dan tertanam dalam lapisan tanah.
Fosil sangat penting sebagai sumber penelitian asal-usul manusia, hewan, dan
tumbuhan. Dari fosil, dapat diketahui jenis makhluk hidup yang pernah hidup
pada zaman dahulu, lamanya hidup, kekerabatannya dengan makhluk hidup sekarang,
dan faktor yang menyebabkan makhluk hidup itu punah.
Selain penemuan
fosil, evolusi dapat diketahui dengan cara membandingkan organ tubuh makhluk
hidup. Makhluk hidup yang berbentuk asalnya sama dapat mengalami evolusi
sehingga bentuk organ mengalami perubahan struktur dan fungsi. Organ-organ yang
mengalami perubahan itu disebut homolog.
Namun terbukti bahwa
makhluk hidup di Bumi tidak berevolusi melalui kebetulan, seperti pernyataan
para evolusionis, jelaslah bahwa makhluk hidup adalah karya sang Pencipta. Para
ilmuwan pendukung teori evolusi sepakat akan tidak adanya alternatif ketiga.
Salah satunya, Douglas Futuyma, menyatakan “Organisme hanya mungkin muncul di
muka bumi dalam wujud telah terbentuk sempurna,. Jika tidak, berarti organisme
telah terbentuk dari spesies pendahulunya melalui suatu proses perubahan. Jika
organisme muncul dalam wujud telah terbentuk sempurna, pastilah organisme itu
diciptakan oleh suatu kecerdasan Mahakuasa”.
Semua hasil
penggalian dan penelitian selama seratus tahun atau lebih bertentangan dengan
pendapat kaum evolusionis yang menyatakan bahwa makhluk hidup muncul secara
tiba-tiba dalam wujud sempurna tanpa cacat, atau dengan kata lain makhluk hidup
telah “diciptakan”. Tidak ada fosil yang dapat disebut sebagai makhluk transisi
atau tahap perantara. Paleontologi menampilkan pesan yang sama dengan cabang
ilmu lainnya: Makhluk hidup tidak berevolusi, tetapi diciptakan. Sebagai
hasilnya, pada saat kaum evolusionis mencoba membuktikan teori mereka yang
tidak berdasarkan fakta itu, mereka justru membuktikan kebenaran penciptaan
dengan tangan mereka sendiri.
ADAFTASI
Adaptasi merupakan struktur atau perilaku yang
meningkatkan fungsi organ tertentu, menyebabkan organisme menjadi lebih baik
dalam bertahan hidup dan bereproduksi.[7] Ia diakibatkan
oleh kombinasi perubahan acak dalam skala kecil pada sifat organisme secara
terus menerus yang diikuti oleh seleksi alam varian yang paling cocok terhadap
lingkungannya.[111] Proses ini
dapat menyebabkan penambahan ciri-ciri baru ataupun kehilangan ciri-ciri
leluhur. Contohnya adalah adaptasi bakteri terhadap seleksi antibiotik melalui
perubahan genetika yang menyebabkan resistansi
antibiotik. Hal ini dapat dicapai dengan mengubah target obat
ataupun meningkatkan aktivitas transporter yang memompa obat keluar dari sel.
Contoh lainnya adalah bakteri Escherichia coli yang
berevolusi menjadi berkemampuan menggunakan asam sitrat sebagai
nutrien pada sebuah eksperimen laboratorium jangka
panjang,[113] ataupun Flavobacterium yang berhasil
menghasilkan enzim yang mengijinkan bakteri-bakteri ini tumbuh di limbah
produksi nilon.
Namun, banyak sifat-sifat yang tampaknya merupakan
adapatasi sederhana sebenarnya merupakan eksaptasi, yakni struktur yang awalnya
beradaptasi untuk fungsi tertentu namun secara kebetulan memiliki fungsi-fungsi
lainnya dalam proses evolusi.Contohnya adalah cicak Afrika Holaspis
guentheri yang mengembangkan bentuk kepala yang sangat pipih untuk dapat
bersembunyi di celah-celah retakan, seperti yang dapat dilihat pada kerabat
dekat spesies ini. Namun, pada spesies ini, kepalanya menjadi sangat pipih,
sehingga hal ini membantu spesies tersebut meluncur dari pohon ke pohon. Contoh
lainnya adalah penggunaan enzim dari glikolisis dan metabolisme xenobiotik sebagai
protein struktural yang dinamakan kristalin (crystallin) dalam lensa mata organisme.
Kerangka paus balin, label a
dan b merupakan tulang kaki sirip yang merupakan adaptasi dari tulang
kaki depan; sedangkan c mengindikasikan tulang kaki vestigial.
Ketika adaptasi terjadi melalui modifikasi perlahan pada
stuktur yang telah ada, struktur dengan organisasi internal dapat memiliki
fungsi yang sangat berbeda pada organisme terkait. Ini merupakan akibat dari stuktur
leluhur yang diadaptasikan untuk berfungsi dengan cara yang
berbeda. Tulang pada sayap kelelawar sebagai contohnya, secara struktural sama
dengan tangan manusia dan sirip anjing laut oleh karena struktur leluhur yang
sama yang mempunyai lima jari. Ciri-ciri anatomi idiosinkratik lainnya adalah tulang pada pergelangan panda yang terbentuk
menjadi "ibu jari" palsu, mengindikasikan bahwa garis keturunan
evolusi suatu organisme dapat membatasi adaptasi apa yang memungkinkan.
Selama
adaptasi, beberapa struktur dapat kehilangan fungsi awalnya dan menjadi struktur
vestigial. Struktur tersebut dapat memiliki fungsi yang kecil atau
sama sekali tidak berfungsi pada spesies sekarang, namun memiliki fungsi yang
jelas pada spesies leluhur atau spesies lainnya yang berkerabat dekat.
Contohnya meliputi pseudogen, sisa mata yang tidak berfungsi pada
ikan gua yang buta, sayap pada burung yang tidak dapat terbang, dan keberadaan
tulang pinggul pada ikan paus dan ular. Contoh stuktur vestigial pada manusia
meliputi geraham
bungsu, tulang ekor, dan umbai cacing (apendiks
vermiformis).
Bidang investigasi masa kini pada biologi perkembangan evolusioner adalah
perkembangan yang berdasarkan adaptasi dan eksaptasi. Riset ini mengalamatkan
asal muasal dan evolusi perkembangan embrio, dan bagaimana
modifikasi perkembangan dan proses perkembangan ini menghasilkan ciri-ciri yang
baru. Kajian pada bidang ini menunjukkan bahwa evolusi dapat mengubah
perkembangan dan menghasilkan struktur yang baru, seperti stuktur tulang embrio
yang berkembang menjadi rahang pada beberapa hewan daripada menjadi telinga
tengah pada mamalia. Adalah mungkin untuk struktur yang telah hilang selama
proses evolusi muncul kembali karena perubahan pada perkembangan gen, seperti
mutasi pada ayam yang
menyebabkan pertumbuhan gigi yang mirip dengan gigi buaya. Adalah
semakin jelas bahwa kebanyakan perubahan pada bentuk organisme diakibatkan oleh
perubahan pada tingkat dan waktu ekspresi sebuah set kecil gen yang terpelihara. Jenis adaptasi
Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu:
- Adaptasi Morfologi
adalah
adaptasi yang meliputi bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan
jelas. Sebagai contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya dan
tempat untuk mencari makanannya.
- Adaptasi Fisiologi
adalah
adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim
yang dihasilkan suatu organisme. Contoh: dihasilkannya enzim selulase oleh hewan
memamah biak.
Contoh adaptasi Fisiologi pada Manusia :
• Jumlah sel darah merah orang yang hidup di daerah
pantai lebih sedikit dibandingkan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Hal
ini disebabkan karena tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar
dibandingkan daerah pegunungan. Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka
dibutuhkan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen.
• Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar
dari pada ukuran jantung orang kebanyakan.
• Saat kita mengeluarkan keringat ketika kepanasan.
Dengan keluarnya keringat, tubuh akan dingin karena panas tubuh diambil untuk
menguapkan keringat di permukaan tubuh kita
• Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih
banyak mengeluarkan urine.
• Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas
cahaya yang diterimanya. Ketika di tempat gelap, maka pupil kita akan membuka
lebar. Sebaliknya di tempat yang terang, pupil kita akan menyempit. Melebar
atau menyempitnya pupil mata adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya.
Contoh adaptasi Fisiologi pada Hewan :
• Hewan ruminansia, misalnya sapi, kambing, kerbau.
Makanan hewan tersebut adalah rumput-rumputan, di dalam saluran pencernaannya
terdapat enzim selulase, enzim ini berfungsi untuk mencerna selulose yang
menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih
mudah dicerna.
• Kucing, apabila hewan ini berteduh kadar
metabolisme badan kucing tersebut akan direndahkan supaya kadar kehilangan air
didalam badan berkurang.
• Musang juga beradaptasi dengan cara menyemburkan
cairan untuk mengelakkan dirinya daripada musuh. Kelenjar bau yang dimiliki
oleh musang tersebut membuat musuh tidak kuat dan pergi karena baunya
• Teredo navalis, adalah mollusca yang biasa hidup
pada kayu galangan kapal, kayu tiang-tiang pelabuhan. Mollusca ini dapat
merusak kayu karena makanannya berupa kayu. Di dalam saluran pencernaan Teredo
terdapat enzim selulase untuk membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu
yang menjadi makanannya.
• Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan
menjadi karnivor (pemakan daging). herbivor (pemakan tumbuhan), serta omnivor
(pemakan daging dan tumbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis
makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim
pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel
berdinding sel keras, rata-rata usus herbivor lebih panjang daripada usus
karnivor.
• Ikan yang hidup di laut lebih sedikit
mengeluarkan urin dibandingkan dengan ikan yang hidup di air tawar. Air laut
lebih banyak mengandung garam. Kadar garam yang tinggi juga menyebabkan cairan
tubuh keluar terus menerus. Garam juga masuk ke dalam tubuh dan harus
dikeluarkan. Untuk menyesuaikan diri, ikan banyak meminum air laut dan sedikit
mengeluarkan urin. Ikan yang hidup di air tawar, sedikit minum air dan banyak
mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk mengikat garam
yang terlarut dalam air supaya ikan tidak kelebihan air atau kembung.
• Hewan onta yang punya kantung air di punuknya
untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu
yang lama.
• Burung hantu memiliki penglihatan yang sangat
tajam yang memungkinkannya untuk dapat melihat di malam hari
• Anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang
tebal untuk bertahan di daerah dingin dengan menahan panas tubuh tetap
tertahan.
Contoh adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan :
• Bau yang khas pada bunga dapat mengundang
datangnya serangga untuk membantu penyerbukan. Bunga jenis ini menghasilkan
madu atau nectar, dan serbuk sarinya mudah melekat.
• Bunga Bromelia Merah dan beberapa jenis Anggrek
mampu menarik perhatian serangga penghisap madu, terutama lebah. Bunga ini
menghasilkan aroma yang dapat menarik serangga untuk mendekatinya. Aroma bunga
merupakan sinyal bagi serangga untuk menentukan bunga yang memiliki kandungan
nektar. Secara tidak sengaja, saat serangga menghisap nektar bunga, banyak
serbuk sari yang menempel di tubuhnya. Kemudian, ketika mengunjungi bunga lain,
serbuk sari akan jatuh pada kepala putik. Saat itulah penyerbukan terjadi.
• Semak azela di Jepang, Ilalang, Pohon Akasia, dan
dapat mengeluarkan zat yang bersifat racun bagi hewan herbivora. Oleh karena
itu, hewan herbivora jadi enggan untuk mendekat, apalagi memakannya. Namun,
ternyata zat racun itu juga berdampak pada terhambatnya pertumbuhan, bahkan
kematian pada tumbuhan lain yang ada di sekitarnya. Pohon Mahoni juga
menghasilkan zat racun. Tujuan Pohon Mahoni mengeluarkan zat racun adalah untuk
mengurangi persaingan dengan tumbuhan lain dalam hal memperoleh Nutrisi dari
dalam tanah. Selain itu, dengan tersedianya ruang yang cukup, Pohon Mahoni akan
tumbuh lebih cepat dan baik.
Adaptasi fisiologi ada yang bersifat reversibel
atau dapat kembali kekondisi awal. Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi
alat-alat tubuh organisme terhadaplingkungannya. Kamu tidak mudah mengamati
adaptasi fisiologi karena adaptasi fisiologimenyangkut fungsi alat-alat tubuh
yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh. Contohadaptasi fisiologi adalah
sebagai berikut Contohnya, jika seseorang yang biasa hidup di daerah pantai
berpindah ke daerah pegunungan yang tinggi. Maka akan terjadi perubahan
fisiologi, yaitu meningkatnya jumlah butuir-butir sel darah merah (eritrosit).
Namun, jika orang tersebut kembali ke dataran, maka secara perlahan jumlah
eritrosit akan turun atau normal seperti semula.
- Adaptasi Tingkah Laku
adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku. Adaptasi tingkah laku adalah
penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalambentuk tingkah laku. Kamu dapat
dengan mudah mengamati adaptasi ini. Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut.
Misalnya: ikan paus yang sesekali keluar ke permukaan untuk membuang udara,
bunglon merubah warna kulitnya menyerupai tempat yang dihinggapi.
- Adaptasi Tingkah Laku pada hewan
Adaptasi
tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku.Contohnya
sebagai berikut :a. Pura-pura tidur atau matiBeberapa hewan berpura-pura tidur
atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini seringberbaring tidak berdaya
dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.b. MigrasiIkan salem raja di
Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuaiuntuk
bertelur.Contoh dari hewan yang beradaptasi dengan tingkah laku:.
Bunglon melakukan mimikri, yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai
denganwarna lingkungan/tempat hinggapnya. Dengan mengubah warna kulitnya
sesuaidengan lingkungannya, bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus
tersamar darihewan yang akan dimangsanya. Dengan demikian, bunglon dapat
terhindar daribahaya dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya
2
Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan.
1.Pada saat lingkungan dalam keadaan
kering, tumbuhan yang termasuk suku jahe- jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan
tanah.
2.Pada musim kemarau. tumbuhan
tropofit, misalnya pohon jati dan randu,menggugurkan daunnya
Koevolusi
Interaksi antar
organisme dapat menghasilkan baik konflik maupuan koopreasi. Ketika interaksi
antar pasangan spesies, seperti patogen dengan inang atau predator dengan
mangsanya, spesies-spesies ini mengembangkan set adaptasi yang bersepadan.
Dalam hal ini, evolusi satu spesies menyebabkan adaptasi spesies ke-dua.
Perubahan pada spesies ke-dua kemudian menyebabkan kembali adaptasi spesies
pertama. Siklus seleksi dan respon ini dikenal sebagai koevolusi. Contohnya
adalah produksi tetrodotoksin pada kadal air
Taricha granulosa dan evolusi
resistansi tetrodotoksin pada predatornya, ular Thamnophis sirtalis. Pada pasangan
predator-mangsa ini, persaingan senjata evolusioner ini mengakibatkan kadar
racun yang tinggi pada mangsa dan resistansi racun yang tinggi pada
predatornya.
Kooperasi
Namun, tidak
semua interaksi antar spesies melibatkan konflik. Pada kebanyakan kasus,
interaksi yang saling menguntungkan berkembang. Sebagai contoh, kooperasi
ekstrem yang terdapat antara tanaman dengan fungi mycorrhizal yang tumbuh di
akar tanaman dan membantu tanaman menyerap nutrien dari tanah. Ini merupakan
hubungan timbal balik, dengan tanaman menyediakan gula dari fotosintesis ke
fungi. Pada kasus ini, fungi sebenarnya tumbuh di dalam sel tanaman,
mengijinkannya bertukar nutrien dengan inang manakala mengirim sinyal yang menekan sistem immun tanaman.
Koalisi antara organisme spesies yang sama juga
berkembang. Kasus ekstrem ini adalah eusosialitas yang ditemukan pada serangga sosial, seperti lebah, rayap, dan semut, di mana
serangga mandul memberi makan dan menjaga sejumlah organisme dalam koloni yang
dapat berkembang biak. Pada skala yang lebih kecil sel somatik yang menyusun
tubuh seekor hewan membatasi reproduksinya agar dapat menjaga organisme yang
stabil, sehingga kemudian dapat mendukung sejumlah kecil sel nutfah hewan untuk
menghasilkan keturunan. Dalam kasus ini, sel somatik merespon terhadap signal
tertentu yang menginstruksikannya untuk tumbuh maupun mati. Jika sel mengabaikan signal ini dan
kemudian menggandakan diri, pertumbuhan yang tidak terkontrol ini akan
menyebabkan kanker.
Kooperasi dalam spesies diperkirakan berkembang melalui
proses seleksi sanak (kin selection), di mana satu
organisme berperan memelihara keturunan sanak saudaranya. Aktivitas ini terseleksi
karena apabila individu yang "membantu" mengandung alel yang
mempromosikan aktivitas bantuan, adalah mungkin bahwa sanaknya "juga"
mengandung alel ini, sehingga alel-alel tersebut akan diwariskan. Proses
lainnya yang mempromosikan kooperasi meliputi seleksi kelompok, di mana
kooperasi memberikan keuntungan terhadap kelompok organisme tersebut.
Pembentukan spesies baru (Spesiasi)
Empat mekanisme
spesiasi.
Spesiasi adalah proses
suatu spesies berdivergen menjadi dua atau lebih spesies. Ia telah terpantau
berkali-kali pada kondisi laboratorium yang terkontrol maupun di alam bebas.
Pada organisme yang berkembang biak secara seksual, spesiasi dihasilkan oleh
isolasi reproduksi yang diikuti dengan divergensi genealogis. Terdapat empat
mekanisme spesiasi. Yang paling umum terjadi pada hewan adalah spesiasi
alopatrik, yang terjadi pada populasi yang awalnya terisolasi
secara geografis, misalnya melalui fragmentasi
habitat atau migrasi. Seleksi di bawah kondisi demikian dapat
menghasilkan perubahan yang sangat cepat pada penampilan dan perilaku
organisme. Karena seleksi dan hanyutan bekerja secara bebas pada populasi yang
terisolasi, pemisahan pada akhirnya akan menghasilkan organisme yang tidak akan
dapat berkawin campur.
Mekanisme kedua spesiasi adalah spesiasi
peripatrik, yang terjadi ketika sebagian kecil populasi organisme
menjadi terisolasi dalam sebuah lingkungan yang baru. Ini berbeda dengan
spesiasi alopatrik dalam hal ukuran populasi yang lebih kecil dari populasi
tetua. Dalam hal ini, efek
pendiri menyebabkan spesiasi cepat melalui hanyutan genetika
yang cepat dan seleksi terhadap lungkang gen yang kecil.
Mekanisme ketiga spesiasi adalah spesiasi parapatrik. Ia mirip dengan
spesiasi peripatrik dalam hal ukuran populasi kecil yang masuk ke habitat yang
baru, namun berbeda dalam hal tidak adanya pemisahan secara fisik antara dua
populasi. Spesiasi ini dihasilkan dari evolusi mekanisme yang mengurangi aliran
genetika antara dua populasi. Secara umum, ini terjadi ketika terdapat
perubahan drastis pada lingkungan habitat tetua spesies. Salah satu contohnya
adalah rumput Anthoxanthum odoratum, yang dapat
mengalami spesiasi parapatrik sebagai respon terhadap polusi logam
terlokalisasi yang berasal dari pertambangan. Pada kasus ini, tanaman
berevolusi menjadi resistan terhadap kadar logam yang tinggi dalam tanah.
Seleksi keluar terhadap kawin campur dengan populasi tetua menghasilkan
perubahan pada waktu pembungaan, menyebabkan isolasi reproduksi. Seleksi keluar
terhadap hibrid antar dua populasi dapat menyebabkan "penguatan",
yang merupakan evolusi sifat yang mempromosikan perkawinan dalam spesies, serta
peralihan karakter, yang terjadi
ketika dua spesies menjadi lebih berbeda pada penampilannya.
Isolasi geografis burung Finch
di Kepulauan
Galapagos menghasilkan lebih dari satu lusin spesies baru.
Mekanisme keempat spesiasi adalah spesiasi simpatrik, di mana
spesies berdivergen tanpa isolasi geografis atau perubahan pada habitat.
Mekanisme ini cukup langka karena hanya dengan aliran gen yang sedikit
akan menghilangkan perbedaan genetika antara satu bagian populasi dengan bagian
populasi lainnya. Secara umum, spesiasi simpatrik pada hewan memerlukan evolusi
perbedaan genetika dan perkawinan tak-acak, mengijinkan
isolasi reproduksi berkembang.
Salah satu jenis spesiasi simpatrik melibatkan perkawinan
silang dua spesies yang berkerabat, menghasilkan spesies hibrid. Hal ini
tidaklah umum terjadi pada hewan karena hewan hibrid bisanya mandul.
Sebaliknya, perkawinan silang umumnya terjadi pada tanaman, karena tanaman
sering menggandakan jumlah kromosomnya, membentuk poliploid. Ini
mengijinkan kromosom dari tiap spesies tetua membentuk pasangan yang sepadan
selama meiosis. Salah satu contoh kejadian spesiasi ini adalah ketika tanaman Arabidopsis thaliana dan Arabidopsis
arenosa berkawin silang, menghasilkan spesies baru Arabidopsis suecica.
Hal ini terjadi sekitar 20.000 tahun yang lalu, dan proses spesiasi ini telah
diulang dalam laboratorium, mengijinkan kajian mekanisme genetika yang terlibat
dalam proses ini. Sebenarnya, penggandaan kromosom dalam spesies merupakan
sebab utama isolasi reproduksi, karena setengah dari kromosom yang berganda
akan tidak sepadan ketika berkawin dengan organisme yang kromosomnya tidak
berganda.
Kepunahan
Fosil tarbosaurus. Dinosaurus non-aves yang mati pada
peristiwa kepunahan Kapur-Tersier pada akhir
periode Kapur.
Kepunahan merupakan
kejadian hilangnya keseluruhan spesies. Kepunahan bukanlah peristiwa yang tidak
umum, karena spesies secara reguler muncul melalui spesiasi dan menghilang
melalui kepunahan. Sebenarnya, hampir seluruh spesies hewan dan tanaman yang
pernah hidup di bumi telah punahan dan kepunahan tampaknya merupakan nasib
akhir semua spesies. Kepunahan telah terjadi secara terus menerus sepanjang
sejarah kehidupan, walaup Peristiwa kepunahan Kapur-Tersier adalah salah
satu contoh kepunahan massal yang terkenal, di mana dinosaurus menjadi punah.
Namun peristiwa yang lebih awal, Peristiwan kepunahan Perm-Trias lebih buruk,
dengan sekitar 96 persen spesies punah. Peristiwa kepunahan Holosen merupakan
kepunahan massal yang diasosiasikan dengan ekspansi manusia ke seluruh bumi
selama beberapa ribu tahun. Laju kepunahan masa kini 100-1000 kali lebih besar
dari laju latar, dan sampai dengan 30 persen spesies dapat menjadi punah pada
pertengahan abad ke-21. Aktivitas manusia sekarang menjadi penyebab utama
peristiwa kepunahan yang sedang berlang.
Nenek moyang bersama
Semua organisme di bumi merupakan
keturunan dari leluhur atau lungkang gen leluhur yang sama. Spesies masa kini
yang juga berada dalam proses evolusi dengan keanekaragamannya merupakan hasil
dari rentetan peristiwa spesiasi dan kepunahan. Nenek
moyang bersama organisme pertama kali dideduksi dari empat fakta
sederhana mengenai organisme. Pertama, bahwa organisme-organisme memiliki
distribusi geografi yang tidak dapat dijelaskan dengan adaptasi lokal. Kedua,
bentuk keanekaragaman hayati tidaklah berupa organisme yang berbeda sama sekali
satu sama lainnya, melainkan berupa organisme yang memiliki kemiripan
morfologis satu sama lainnya. Ketiga, sifat-sifat vestigial dengan fungsi yang
tidak jelas memiliki kemiripan dengan sifat leluhur yang berfungsi jelas.
Terakhir, organisme-organisme dapat diklasifikasikan berdasarkan kemiripan ini
ke dalam kelompok-kelompok hirarkis.
Spesies-spesies lampau juga meninggalkan catatan sejarah
evolusi mereka. Fosil, bersama
dengan anatomi yang dapat dibandingkan dengan organisme sekarang, merupakan
catatan morfologi dan anatomi. Dengan membandingkan anatomi spesies yang sudah
punah dengan spesies modern, ahli paleontologi dapat menarik garis keturunan
spesies tersebut. Namun pendekatan ini hanya berhasil pada organisme-organisme
yang mempunyai bagian tubuh yang keras, seperti cangkang, kerangka, atau gigi.
Lebih lanjut lagi, karena prokariota seperti bakteri dan arkaea hanya memiliki
kemiripan morfologi bersama yang terbatas, fosil-fosil prokariota tidak
memberikan informasi mengenai leluhurnya.
Baru-baru ini, bukti nenek moyang bersama datang dari
kajian kemiripan biokimia antar spesies.
Sebagai contoh, semua sel hidup di dunia ini mempunyai set dasar nukleotida dan asam amino yang sama.
Perkembangan genetika
molekuler telah menyingkap catatan evolusi yang tertinggal pada genom organisme,
sehingga dapat diketahui kapan spesies berdivergen melalui jam molekul yang dihasilkan oleh mutasi. Sebagai
contoh, perbandingan urutan DNA ini telah menyingkap kekerabatan genetika
antara manusia dengan simpanse dan kapan nenek moyang bersama kedua spesies ini
pernah ada.
Evolusi kehidupan
Pohon
evolusi yang menunjukkan divergensi spesies-spesies modern dari
nenek moyang bersama yang berada di tengah Tiga domain diwarnai
berbeda, dengan warna biru adalah bakteri, hijau adalah arkaea, dan merah
adalah eukariota.
Walaupun
terdapat ketidakpastian bagaimana kehidupan bermula, adalah umumnya diterima
bahwa prokariota hidup di bumi
sekitar 3–4 milyar tahun yang lalu. Tidak terdapat perubahan yang banyak pada morfologi atau
organisasi sel yang terjadi pada organisme ini selama beberapa milyar tahun ke
depan.[
Eukariota merupakan
perkembangan besar pada evolusi sel. Ia berasal dari bakteri purba yang ditelan
oleh leluhur sel prokariotik dalam asosiasi kooperatif yang disebut endosimbiosis. Bakteri yang ditelan dan sel inang
kemudian menjalani koevolusi, dengan bakteri berevolusi menjadi mitokondria ataupun hidrogenosom. Penelanan kedua secara terpisah pada
organisme yang mirip dengan sianobakteri mengakibatkan
pembentukan kloroplas pada ganggang
dan tumbuhan. Tidaklah diketahui kapan sel pertama eukariotik muncul, walaupun
sel-sel ini muncul sekitar 1,6 - 2,7 milyar tahun yang lalu.
Sejarah kehidupan masih berupa eukariota, prokariota, dan
arkaea bersel tunggal sampai sekitar 610 milyar tahun yang lalu, ketika
organisme multisel mulai muncul di samudra pada periode Ediakara. Evolusi multiselularitas terjadi pada
banyak peristiwa yang terpisah, terjadi pada organisme yang beranekaragam
seperti bunga karang, ganggang coklat, sianobakteri, jamur lendir, dan miksobakteri.
Segera sesudah kemunculan organisme multisel, sejumlah
besar keanekaragaman biologis muncul dalam jangka waktu lebih dari sekitar 10
juta tahun pada perstiwa yang dikenal sebagai ledakan Kambria. Pada masa
ini, mayoritas jenis hewan modern
muncul pada catatan fosil, demikian pula garis silsilah hewan yang telah punah.
Beberapa faktor pendorong ledakan Kambria telah diajukan, meliputi akumulasi oksigen pada atmosfer dari fotosintesis. Sekitar 500
juta tahun yang lalu, tumbuhan dan fungi mengkolonisasi
daratan, dan dengan segera diikuti oleh arthropoda dan hewan
lainnya. Hewan amfibi pertama kali
muncul sekitar 300 juta tahun yang lalu, diikuti amniota, kemudian mamalia sekitar 200
juta tahun yang lalu, dan aves sekitar 100
juta tahun yang lalu. Namun, walaupun terdapat evolusi hewan besar,
organisme-organisme yang mirip dengan organisme awal proses evolusi tetap
mendominasi bumi, dengan mayoritas biomassa dan spesies
bumi berupa prokariota
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kaum agamawan
berpendapat bahwa manusia diciptakan secara tiba-tiba dari tanah, sedangkan
kaum ilmuwan berpendapat bahwa manusia tercipta melalui proses evolusi. Agama
itu dimengerti dengan jalan keimanan, suatu fase yang dalam dunia ilmiah sukar
dijelaskan, mungkin lebih mudah dikatakan dengan terminologi suprarasional. Sementara science
mengandalkan pemahamannya lewat cara-cara pengujian melalui siklus hipotesis.
Dengan demikian ilmu pengetahuan tentu lebih sempit dari pada pemahaman agama.
Dengan keyakinan bahwa agama dan sains sebenarnya tidak bertentangan hanya ada
satu penjelasan yang mungkin, yakni kekeliruan manusia dalam memahami/
menterjemahkan firman-Nya, sebab manusia sebagai makhluk tentu banyak memiliki
kekurangan/ keterbatasan. Terlepas dari diakui atau tidaknya
teori evolusi, kita sebagai makhluk hidup tetap melakukan proses adaptasi untuk
menghadapi berbagai perubahan lingkungan.
B. Saran.
Untuk
lebih mengetahui proses bertahan hidup suatu organisme di alam bebas maka kita
butuh lebih banyak mempelajari proses adap tasi organisme tersebut dengan
lingkungannya dan mencari litelatur pendukung demi untuk menambah wawasan kita
tentang hal tersbut.
DAFTAR PUSTAKA
Mawardi,
Drs. Hidayati Nur, Ir. IAD-ISD-IBD untuk UN, STAIN, PTAIS. Pustaka
Setia. Bandung. 2007
http://prasetijo.wordpress.com/2008/01/28/adaptasi-dalam-anthropologi/
.[diakses
tanggal 09 desember 2013]Putu Handira. 2013.
Tugas
Evolusi Biologi
.
.
[diakses tanggal 09 desember 2013]Michael H. Hart. 1982.
Seratus
Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
.Jakarta
:
PT.
Dunia Pustaka Jaya.Wahyu. 2009.
Sejarah
Alfred RusselWallance
.http://wahyuancol.wordpress.com/tag/alfred-russel-wallace/. [diakses tanggal 09 desember 2013
2013] Yudhi prasetyo. 2009. Sejarah Dan Perkembangan Teori Evolusi.
http://Uin.blogspot.com/evolusi/sejarah-
dan-perkembangan-teori-evolusi.html. [diakses tanggal 09 desember 2013]









Tidak ada komentar:
Posting Komentar