MAKALAH
TENTANG PLASTISITAS PADA DAUN PATIKAN KERBAU
D
I
S
U
S
U
N
O L E H
NAMA :MARDIAH
NIM :4132141014
KELAS :DIK C BIOLOGI 2013
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN AJARAN 2013/2014
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar .............................................................................................i
Daftar Isi .........................................................................................................ii
BAB
I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
..................................................................................1
B. Rumusan Masalah .............................................................................
2
C.
Tujuan
Penulisan.................................................................................2
BAB II : PEMBAHASAN
A. Tahura sibolangit ……......................................................................3
B.Plastisitas............................................................................................4
C.Daun...................................................................................................5
D.Pembahasan daun
nyang diamati ……………….............................8
BAB
III : PENUTUP
A.Kesimpulan.......................................................................................13
B.Saran……………………………………………… ………………15
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................
16
ii
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Plastisitas merupakan tingkat ketahanan
suatu organ tumbuhan seperti daun dalamlingkungan yang tercemar yang
ditunjukkan pada perubahan sifat (fenotip) yang tampak padadaun tersebut.
Plastisitas memiliki parameter. Parameter yang digunakan untuk mengukurplastisitas
adalah panjang dan lebar daun, panjang
ptiolus
(tulang daun), biomassa
total daun,panjang internodus, diameter batang, panjang rhizoma, kedalaman
rrhizoma, biomasssabatang,penetrasi maksimal akar,penyebaran lateral akar daan
biomassa akar total
Faktor-faktor yang mempengaruhi daun
tercemar adalah :
a.
Jumlah kendaraan
b. Suhu lokasi
c.Kondisi
tanah
d.
Perlakuan terhadap tumbuhan
Taman hutan raya bukit barisan atau tahura
terletak didesa tongkeh kabupaten karo yang merupakan lintasan jalan raya
antara kota medan dan kota brestagi yang berjarak sekitar 61 km arah barat kota
medan.banyak dikunjungin wisatawan umum nya pada hari libur untuk menikmati
alam hutan yang masih hijau dan sejuk.Tahura berintikan kawasan hutan lindung
1
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke
Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.Makalah ini
membahas tentang “PLASTISITAS”.
Kami
sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai PLASTISITAS daun tercemar maupun daun tidak tercemar.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.Dalam
penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya
mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami
bagi siapapun yang membacanya.Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon
kritik dan saran yangmembangun demi perbaikan di masa depan.
Medan, Mei 2014
Penulis
i
RUMUSAN MASALAH
1.Apa yang dimaksud daun tercemar dan daun tidak tercemar
2.bagaimana menghitung daun tercemar dan daun tidak tercemar
3.bagaimana tingkat plastisitas daun
TUJUAN PLASTISITAS
1.Membedakan daun tercemar dengan
daun tidak tercemar
2. Menghitung luas daun yang tercemar3.
3. Menghitung luas daun yang
tidak tercemar
4.Mengetahui faktor yang
mempengaruhi luas daun
5. Mengetahui tingkat
plastisitas pada daun
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.TAHURA
SIBOLANGIT
Taman hutan raya bukit barisan atau tahura
terletak didesa tongkeh kabupaten karo yang merupakan lintasan jalan raya
antara kota medan dan kota brestagi yang berjarak sekitar 61 km arah barat kota
medan.banyak dikunjungin wisatawan umum nya pada hari libur untuk menikmati
alam hutan yang masih hijau dan sejuk.Tahura berintikan kawasan hutan lindung
Berupa
alam hutan lindung berupa hutan alam pegunungan ditetapkan sejak jaman
belanda,meliputi hutan lindung sibayak I dan simancik I,hutan lindung II dan
hutan lindung sibayak II serta bagian lain terdiri dari taman wisata
sibolangit,langka selatan,lau debuk – debuk,bumi kemahan pramuka sibolangit.
Kawasan hutan tahura didominasi oleh jenis
– jenis pohon pegunungan baikn jenis local maupun yang berasal dari luar
Beberapa jenis tersebut antara lain:pinus merkusii,Altingia axelsa,dadap
rambutan,pulai,aren,rotan dan jenis tanaman berasal dari luar diantaranya:pinus
caribase,pinus khasia,pinus unsilaris,agathis sp,dan lain sebagainya.
Tahura bukit barisan merupakan tahura ke 3
diindonesia yang ditetapkan oleh presiden dengan surat keputusan presiden R.I
NO 43 tahun 1988 tanggal 19n November 1988.pembangunan tahura ini sebagai upaya
konservasi sumber daya alam dan tahura bakit barisan adalah unit pengelolaan yang
berintikan kawasan dengan luas seluruhnya 52.600 Ha.Sebagian besar merupakan
hutan lindung merupakan hutan ulang pegunungan yang ditetapkan sejak jaman
belanda,sebagian dasar tahura disekitar tongkoh dan brestagi berkembang menjadi salah satu
daerah tujuan wisata yang penting disumatra utara.sebagai penunjang obyek
wisata adalah udara yang sejuk,vegetasi alam yang baik,dan pemandangan alam
yang indah,sumber air dan danau toba serta budaya yang
3
memikat
disamping itu sarana prasarana juga cukup memadai serta memadai
seperti
jalan rayadengan kondisi yang baik dan mulus yang menghubungkan sebagian
kawasan tahura,sarana akomodasi dan penginapan.lokasi perkemahan dan jalan
setapak dibeberapa kawasan.bukit barisan juga dijadikan gudang ilmu pengetahuan
juga penelitian tidak terbatas pada bidang flora dan fauna saja tetapi juga
mencakup bidang hidroslogi serta social budaya
B.PLASTISITAS
Plastisitas merupakan tingkat ketahanan
suatu organ tumbuhan seperti daun dalamlingkungan yang tercemar yang
ditunjukkan pada perubahan sifat (fenotip) yang tampak padadaun tersebut.
Plastisitas memiliki parameter. Parameter yang digunakan untuk
mengukurplastisitas adalah panjang dan lebar daun, panjang ptiolus(tulang
daun), biomassa total daun,panjang internodus, diameter batang, panjang
rhizoma, kedalaman rrhizoma, biomasssabatang,penetrasi maksimal akar,penyebaran
lateral akar daan biomassa akar total.
Plastisitas memiiki artian sebagai tingkat
ketahanan suatuorgan tumbuhan seperti daun dalam lingkungan yang tercemar yang
ditunjukkan dengan perubahan sifat (fenotip) yang tampak pada daun tersebut.
Plastisitas demikian dalam beberapa kasus tampak sebagaibeberapa hasil yang
sangat berbeda secar morfologis dalam kasus lainnya
Dalam pengamatan plastisitas beberapa hal /
parameter yang diperhatikan yaitu : panjang dan lebar daun , panjang ptioulus
(tulang daun ) , biomassa total daun , panjang internodus , diameterbatang ,
panjang rhizome , kedalaman rhizome , biomassa batang , penetrasi maksimal akar
,penyebaran lateral akar dan biomassa akar total .
Persyaratan kekuatan akan dicapai
oleh campuran materialhalus berplastisitas sedang maupuntinggi pada nilai
Pada
nilai 25% campuran dengan material halus berplastisitas sedang dan tinggi
tidak memenuhi persyaratan spesifikasi. Persyaratan spesifikasi akan
dipenuhi bila nilai.
4
Pada
campuran mengandung material halus berplastisitas sedang dan
tinggi masing-masing 24,5%dan 22.5%
Batas plastisitas
adalah kadar air minum dimana suatu tanah masih dalam keadaan plastis.Batas
plastis suatu tanah merupakan kadar air dimana suatu tanah berubah sifatnya
darikeadaan plastis menjaadi seri paralel. Berdasarkan besaran batas plastis
biasanya yangdigunakan:
·
Menentukan jenis tanah
·
Menentukan sifat tanah
·
Klasifikasi tanah
Batas plastisitas dihitung berdasarkan
presentasi berat air terhadap berat tanah
Pengujian
plastisitas atau batas plastisitas bertujuan untuk menentukan
batas terendah kadarair ketika tanah tersebut dalam keadaan
plastis.pengujian batas plastis bertujuan untuk menentukan
nilai
dan baats cair suatu sampel tanah uji, nilai dari batas plastis dan bahan
cairini digunakan untuk mendapatkan nilai indeks plastis tanah sehingga akan
dapat diketahui bagaimana keadaan tanah tersebut apakah baik
atau tidak
C.Daun (folium)
Merupakan suatu bagian tumbuhan yang
penting dan pada umumnya tiaptumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini
hanya terdapat pada batang saja dantidak pernah terdapat pada bagian
lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya
daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat di atas daun yang merupakan
sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla)
daun
biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat berwarna hijau dinamakan klorofil.
Oleh karena itu daun biasanya berwarna
hijau. Daun mempunyai umur yang terbatas
yang akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang
Fungsi
daun bagi tubuh tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk :
·
Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi) terutama gas
5
·
Pengolahan zat makanan (asimilasi)
·
Penguapan air (transpirasi)
·
Pernafasan (respirasi)
Fungsi
dari daun lengkap adalah :
Ø Upih daun atau pelepah
daun (vagina)
Ø Tangkai
daun (petiolus)
Ø Helaian daun (lamina).
Faktor-faktor
yang mempengaruhi luasan daun yaitu:
Ciri-ciri
Daun Tercemar
Beberapa ciri daun yang tercemar, yaitu:
Ø Daunnya memiliki luas
yang lebih kecil
Ø Daun memiliki berat
lebih kecil
Ø Biasanya perrtumbuhan
terhambat dikarenakan daun yang sangat tercemar ditutupi oleh partikel-partikel debu
6
yang dapat menghambat proses fotosintesis yang
akhirnya berpengaruh terhadap pertumbuhan daun.
Ø Warna daun lebih kusam
dan terlihat tidak segar
Ø Terdapat
banyak lubang pada permukaan daun.
Ciri-ciri Daun Tidak Tercemar
Beberapa
ciri daun tidak tercemar, yaitu:
Ø Daun memiliki luas daun
yang lebih lebar jika dibandingkan dengan daun yang tercemar.
Ø Memiliki massa daun yang
lebih berat.
Ø Pertumbuhan tidak
terhambat karena daun mendapat cahaya matahari yang sesuai dengankebutuhan
untuk berfotosintesis dan menghasilkan zat-zat yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan.
Ø Warna daunnya tampak
lebih cerah dan segar.
Ø Permukaan daunnya mulus
atau lebih halus.
Faktor-faktor
Penyebab Daun Tercemar
Adapun
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi daun tercemar, diantaranya adalah:
·
Jumlah Kendaraan .Jumlah kendaraan dalam
satu lokasi juga sangat berpengaruh terhadap dampak pencemaran daun. Karena semakin banyak kendaraan
tingkat polusi dari asap kendaraan juga semakin tinggi
sehingga tingkat pencemaranpun semakin tinggi
·
Suhu Lokasi .Suhu ditempat juga mempengaruhi. Karena suhu
yang terlalu ekstrim jugamempengaruhi
keadaan daun .
·
Kondisi tanah Kondisi tanah di lokasi juga sangat menentukan
karena bila kondisi tanah di tempatpengambilan sampel gersang maka sudah pasti
tumbuhan tidak mampu hidup denganbaik sehingga nutrisi kedalam tubuh tumbuhan
juga sedikit .
7
·
Perlakuan terhadap tumbuhanPerlakuan terhadap tumbuhan juga
mempengaruhi . Bila satu dipohon setiap harinyadisiram, diberi pupuk sedangkan
yang lain tidak diberikan perlakuan khusus .
D.PEMBAHASAN TENTANG DAUN YANG DIAMATI DITAHURA SIBOLANGIT
1.ALAT DAN BAHAN
A.Alat
|
No
|
Nama alat
|
Jumlah
|
|
1.
|
Penggaris
|
1 buah
|
|
2.
|
Gunting
|
1 buah
|
|
3.
|
Hvs
|
5 buah
|
|
4.
|
Kertas milimeter
|
1 buah
|
B,Bahan
|
No
|
Nama bahan
|
Jumlah
|
|
1
|
Daun patikan
kerbau
(Euphorbia hirta)
Tercemar
|
5 helai
|
|
2
|
Daun patikan
kerbau
(Euphorbia hirta)
Tercemar
|
5 helai
|
8
2.PROSEDUR KERJA
|
No.
|
Prosedur kerja
|
|
1.
|
Mengambil daun patikan kerbau yang
tercemar dan yang tidak tercemarpada urutan ke-5 dari pucuk tangkai daunnya
|
|
2.
|
Menyiapkan peralatan yang
digunakan seperti kertas HVS, kertas millimeter,gunting,penggaris dan pena
|
|
3.
|
Menggambarkan pola daun patikan
kerbau yang tercemar dan yang tidak tercemar pada kertas HVSatau kertas
milimeter secara dua dimensi (dengan mengikuti pinggiran daun kedua sampel
tersebut).
|
|
4.
|
Menggunting pola daun yang telah
terbentuk pada kertas HVS
|
|
5.
|
Menggunting kertas HVS dengan
ukuran 10 x 10 cm sebagai pembanding.
|
|
6.
|
Membandingkan luas,lebar, berat
antara daun tercemar dan daun tidak tercemar
|
|
7.
|
Menimbang pola daun yang telah
digunting pada kertas HVS tersebut dengan timbangan Digital
|
|
8.
|
Catat berapa berat daun tercemar
dan dan daun tidak tercemar
|
SISTEMATIKA DAUN PATIKAN
KERBAU
Kingdom :plantae
divisi :magnoliophyta
kelas :magnoliopsida
ordo :euphorbiales
family : Euphorbiaceae
genus :Euphorbia
spesies :Euphorbia
hirta
|
9
|
![]() |
|
Patikan kerbau (Euphorbia hirta) merupakan suatu tumbuhan liar yang banyak
ditemukan di daerah kawasan tropis. Di Indonesia tumbuhan Patikan kerbau
dapat ditemukan diantara rerumputan tepi jalan, sungai, kebun-kebun atau
tanah pekarangan rumah yang tidak terurus. Biasanya patikan kerbau ini hidup
jadi satu dengan Patikan Cina (Euphorbia
Prostrata) pada ketinggian 1 - 1400 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan patikan kerbau mampu bertahan hidup selama 1 tahun dan berkembang
biak melalui biji. Patikan kerbau mempunyai warna dominan kecoklatan dan
bergetah. Banyak pohonya memiliki cabang dengan diameter ukuran kecil. Daun
Patikan kerbau mepunyai bentuk bulat memanjang dengan taji-taji. Letak daun
yang satu dengan yang lain berhadap-hadapan. Sedang bunganya muncul pada
ketiak daun. Patikan kerbau hidupnya merambat (merayap) di tanah.
10
Adapaun data yang
didapat dari pengamatan plastisitas daun patikan kerbau dari hutan sibolangit
Keterangan dari data
yg didapat diatas adalah
· Daun 1
· Daun 2
· Daun 3
11
· Daun 4
· Daun 5
Khasiat dari daun
patikan kerbau diantaranya adalah:
|
Ambil daun patikan kerbau secukupnya,
kemudian seduh dengan air panas secukupnya, saring ambil airnya, gunakan air
seduhan daun patikan kerbau tersebut untuk berkumur-kumur.
- Bronkhitis
Ambil bahan ramuan berikut, 1 genggam
daun patikan kerbau dan botol coca cola,
kedua bahan tersebut rebus sampai mendidih, setelah mendidih angkat saring
ambil airnya. Minum air ramuan tersebut 3 kali sehari masing-masing cangkir sekali minum.
Ambil daun patikan kerbau kering 1 genggam, cuci sampai bersih
selanjutnya kita rebus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih. Cara mengunakannya
minum air ramuran tersebut 2 kali sehari
gelas, pagi dan sore.
- Radang perut, diare, disentri dan kencing darah
Siapkan dua bahan ramuan berikut, daun patikan kerbau segenggam dan satu
potong gula batu, cara mengolahnya rebus kedua bahan ramuan tersebut dengan
volume air 3 gelas sampai mendidih, cara mengunakannya, saring ambil airnya
kemudian minum air ramuan tersebut dua kali sehari dengan dosis sekali minum 1
cangkir.
- Radang kelenjar susu dan payudara bengkak
Ambil daun daun patikan kerbau 1 genggam dan dua sendok kedelai, cuci
sampai bersih, kemudian rebus kedua bahan ramuan tersebut secara bersamaan
dengan volume air 3-5 gelas air sampai mendidih, saring ambil airnya, minum air
ramuan berikut dua kali sehari dengan dosis satu gelas. Untuk cara lain : Ambil
daun patikan kerbau yang masih segar dan garam dapur secukupnya, kedua bahan
tersebut tumbuk sampai halus, tempelkan pada bagian payudara yang sakit.
- Eksim
Ambil daun patikan kerbau secukupnya, rebus denga air secukupnya (sesuai
kebutuhan) sempai mendidih, gunakan air ramuan tersebut untuk mencuci bagian
tubuh yang sakit.
12
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari
percobaan yang dilakukan dapat disimpulka bahwa :
1.Dari
praktikum ini terlihat bahwa massa dari daun yang tercemar lebih ringan jikadibandingkan dengan massa daun yang tidak
tercemar.
2.Dari
berbagai lokasi yang berbeda ditemukan anatara berat dan luas dari daun
yangtidak tercemar .
3.Faktor-faktor
yang mempengaruhi daun tercemar adalah :
a.
Jumlah kendaraan
b. Suhu lokasi
c.Kondisi
tanah
d.
Perlakuan terhadap tumbuhan
4.Ciri
daun yang tercemar :
a.Daunnya
Kecil
b.Berwarna kecokletan
c.Kering
d.Tampak
banyak lobang
e.Ptioulusnya
pendek
f.Diameter ptioulusnya
kecil
g.Tampak
layu
5.Ciri
daun tidak tercemar :
a.Daunnya lebar .
b.Berwarna kehijauan
c.Berlobang namun sedikit
13
d.Ptioulusnya panjang
e.Diameter ptioulusnya
besar
g.Tampak
segar dan sehat
6.Parameter
yang diperhatikan dalam pengujian plastisitas yaitu : panjang
dan lebardaun , panjang ptioulus (tulang daun ) , biomassa totl daun , panjang
internodus ,diameter batang , panjang rhizome , kedalaman rhizome , biomassa
batang , penetrasi maksimal akar , penyebaran lateral akar dan biomassa akar
total .
7.
Adapun variasi tingkat plastisitas dipengaruhi oleh beberapa factor
–factor.pada umumnya tumbuhan yang kekurangan zat hara pertumbuhan tidak bagus
dan akan mengalami kekerdilan dan mempengaruhi bentuk dan ukuran daun.
8.
Tumbuhan sifat daunnya menjadi bervariasi selama tumbuhan ini ditanam pada
kondisi tanah yang kering,Tetapi sifat daun tersebut akan hilang ketika ditanam
pada dau berhumus..Tingkat plastisitas juga dipengaruhi oleh factor cuaca panas
dan factor penaungan daun.
9. Pada factor cuaca panas daun tercemar lebih
kecil dari pada daun tidak tercemar kerena daun tercemar ditutupi oleh
pertikel-pertikel debu yang dapat menghambat proses fotosintesis sehingga
mempengaruhi terhadap pertumbuhan tumbuhan.
1O.
Pada factor penaungan daun,pada daun daerah yang penaungannya
tinggi(lebat),lebar dan luas daunnya akan semakin besar.Hal ini disebabkan
karena setiap tumbuhan membutuhkan cahaya matahari ubtuk melakukan proses
fotosintesis,begitu juga hal yang sebaliknya.
11.Sampel daun yamg diambil pada urutan
ke-lima karena daun pada urutan ke-lima sudah dapatditentukan tercemar atau
tidaknya daun tersebut, umur daun juga sudah cukup jadi sudahpasti daun telah
mengalami banyak hal,Daun urutan ke-lima juga memiliki batang atauparameter
plastisitas yang baik untuk diteliti
14
B.SARAN
Untuk
lebih mengetahui PLASTISITAS maka kita butuh lebih banyak mempelajari terlebih
dahulu daun tercemarf dan daun tidak tercemar tersebut dengan lingkungannya dan
mencari litelatur pendukung demi untuk menambah wawasan kita tentang hal tersebut.
15
DAFTAR PUSTAKA
Mader, S,S. 2004.Biologi.
Jakarta: Erlangga
Pratiwi, D . A. 2007.Biologi.
Jakrta: Erlangga
Prawirohartono,Slamet.1994 . Biologi.
Jakarta: Bumi Pustaka
Tjitrososoepomo,Gembong. 1985. Morfologi
Tumbuhan. Yogyakarta : UGM
Tim Dosen Biologi. 2012. Penuntun
Praktikum Biologi Umum II
Medan : FMIPAUNIMED
Widiyanti. 2003.Tumbuhan Dan Lingkungan.
Jakarta : Erlangga
16

Tidak ada komentar:
Posting Komentar