Senin, 10 November 2014

Makalah Plastisitas



MAKALAH TENTANG PLASTISITAS PADA DAUN PATIKAN KERBAU
D
I
S
U
S
U
N
O L E H
NAMA              :MARDIAH
                                                      NIM                  :4132141014
                    KELAS              :DIK C BIOLOGI 2013





FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

DAFTAR ISI

Kata Pengantar     .............................................................................................i
Daftar Isi   .........................................................................................................ii
BAB I : PENDAHULUAN
     A. Latar Belakang  ..................................................................................1
     B. Rumusan Masalah ............................................................................. 2
     C. Tujuan Penulisan.................................................................................2
BAB II : PEMBAHASAN
     A. Tahura sibolangit ……......................................................................3
     B.Plastisitas............................................................................................4
     C.Daun...................................................................................................5
     D.Pembahasan daun nyang diamati  ……………….............................8
           
BAB III : PENUTUP
     A.Kesimpulan.......................................................................................13
     B.Saran……………………………………………… ………………15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 16


                                                                                                                           ii
BAB I
PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG

     Plastisitas merupakan tingkat ketahanan suatu organ tumbuhan seperti daun dalamlingkungan yang tercemar yang ditunjukkan pada perubahan sifat (fenotip) yang tampak padadaun tersebut. Plastisitas memiliki parameter. Parameter yang digunakan untuk mengukurplastisitas adalah panjang dan lebar daun, panjang
 ptiolus
(tulang daun), biomassa total daun,panjang internodus, diameter batang, panjang rhizoma, kedalaman rrhizoma, biomasssabatang,penetrasi maksimal akar,penyebaran lateral akar daan biomassa akar total
    Faktor-faktor yang mempengaruhi daun tercemar adalah :
a. Jumlah kendaraan
b. Suhu lokasi
c.Kondisi tanah
d. Perlakuan terhadap tumbuhan
   Taman hutan raya bukit barisan atau tahura terletak didesa tongkeh kabupaten karo yang merupakan lintasan jalan raya antara kota medan dan kota brestagi yang berjarak sekitar 61 km arah barat kota medan.banyak dikunjungin wisatawan umum nya pada hari libur untuk menikmati alam hutan yang masih hijau dan sejuk.Tahura berintikan kawasan hutan lindung





                                           1  

KATA PENGANTAR

        Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.Makalah ini membahas tentang “PLASTISITAS”.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai PLASTISITAS daun tercemar maupun daun tidak tercemar. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
        Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yangmembangun demi perbaikan di masa depan.

 Medan, Mei 2014    


        Penulis
                                                                                                                          


i

RUMUSAN MASALAH
1.Apa yang dimaksud daun tercemar dan daun tidak tercemar
2.bagaimana menghitung daun tercemar dan daun tidak tercemar
3.bagaimana tingkat plastisitas daun


TUJUAN PLASTISITAS
1.Membedakan daun tercemar dengan daun tidak tercemar
2. Menghitung luas daun yang tercemar3.
3. Menghitung luas daun yang tidak tercemar
4.Mengetahui faktor yang mempengaruhi luas daun
5. Mengetahui tingkat plastisitas pada daun

















                                                                                                                           2
BAB II
PEMBAHASAN


A.TAHURA SIBOLANGIT
   Taman hutan raya bukit barisan atau tahura terletak didesa tongkeh kabupaten karo yang merupakan lintasan jalan raya antara kota medan dan kota brestagi yang berjarak sekitar 61 km arah barat kota medan.banyak dikunjungin wisatawan umum nya pada hari libur untuk menikmati alam hutan yang masih hijau dan sejuk.Tahura berintikan kawasan hutan lindung
Berupa alam hutan lindung berupa hutan alam pegunungan ditetapkan sejak jaman belanda,meliputi hutan lindung sibayak I dan simancik I,hutan lindung II dan hutan lindung sibayak II serta bagian lain terdiri dari taman wisata sibolangit,langka selatan,lau debuk – debuk,bumi kemahan pramuka sibolangit.
    Kawasan hutan tahura didominasi oleh jenis – jenis pohon pegunungan baikn jenis local maupun yang berasal dari luar Beberapa jenis tersebut antara lain:pinus merkusii,Altingia axelsa,dadap rambutan,pulai,aren,rotan dan jenis tanaman berasal dari luar diantaranya:pinus caribase,pinus khasia,pinus unsilaris,agathis sp,dan lain sebagainya.
    Tahura bukit barisan merupakan tahura ke 3 diindonesia yang ditetapkan oleh presiden dengan surat keputusan presiden R.I NO 43 tahun 1988 tanggal 19n November 1988.pembangunan tahura ini sebagai upaya konservasi sumber daya alam dan tahura bakit barisan adalah unit pengelolaan yang berintikan kawasan dengan luas seluruhnya 52.600 Ha.Sebagian besar merupakan hutan lindung merupakan hutan ulang pegunungan yang ditetapkan sejak jaman belanda,sebagian dasar tahura disekitar tongkoh  dan brestagi berkembang menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang penting disumatra utara.sebagai penunjang obyek wisata adalah udara yang sejuk,vegetasi alam yang baik,dan pemandangan alam yang indah,sumber air dan danau toba serta budaya yang
                                                                                                                           3
memikat disamping itu sarana prasarana juga cukup memadai serta memadai
seperti jalan rayadengan kondisi yang baik dan mulus yang menghubungkan sebagian kawasan tahura,sarana akomodasi dan penginapan.lokasi perkemahan dan jalan setapak dibeberapa kawasan.bukit barisan juga dijadikan gudang ilmu pengetahuan juga penelitian tidak terbatas pada bidang flora dan fauna saja tetapi juga mencakup bidang hidroslogi serta social budaya

B.PLASTISITAS
     Plastisitas merupakan tingkat ketahanan suatu organ tumbuhan seperti daun dalamlingkungan yang tercemar yang ditunjukkan pada perubahan sifat (fenotip) yang tampak padadaun tersebut. Plastisitas memiliki parameter. Parameter yang digunakan untuk mengukurplastisitas adalah panjang dan lebar daun, panjang ptiolus(tulang daun), biomassa total daun,panjang internodus, diameter batang, panjang rhizoma, kedalaman rrhizoma, biomasssabatang,penetrasi maksimal akar,penyebaran lateral akar daan biomassa akar total.
     Plastisitas memiiki artian sebagai tingkat ketahanan suatuorgan tumbuhan seperti daun dalam lingkungan yang tercemar yang ditunjukkan dengan perubahan sifat (fenotip) yang tampak pada daun tersebut. Plastisitas demikian dalam beberapa kasus tampak sebagaibeberapa hasil yang sangat berbeda secar morfologis dalam kasus lainnya
    Dalam pengamatan plastisitas beberapa hal / parameter yang diperhatikan yaitu : panjang dan lebar daun , panjang ptioulus (tulang daun ) , biomassa total daun , panjang internodus , diameterbatang , panjang rhizome , kedalaman rhizome , biomassa batang , penetrasi maksimal akar ,penyebaran lateral akar dan biomassa akar total .
     Persyaratan kekuatan akan dicapai oleh campuran materialhalus berplastisitas sedang maupuntinggi pada nilai
Pada nilai 25% campuran dengan material halus berplastisitas sedang dan tinggi tidak memenuhi persyaratan spesifikasi. Persyaratan spesifikasi akan dipenuhi bila nilai.
                                                                                                                           4
Pada campuran mengandung material halus berplastisitas sedang dan tinggi masing-masing 24,5%dan 22.5%
        Batas plastisitas adalah kadar air minum dimana suatu tanah masih dalam keadaan plastis.Batas plastis suatu tanah merupakan kadar air dimana suatu tanah berubah sifatnya darikeadaan plastis menjaadi seri paralel. Berdasarkan besaran batas plastis biasanya yangdigunakan:
·  Menentukan jenis tanah
·  Menentukan sifat tanah
·  Klasifikasi tanah
      Batas plastisitas dihitung berdasarkan presentasi berat air terhadap berat tanah
Pengujian plastisitas atau batas plastisitas bertujuan untuk menentukan batas terendah kadarair ketika tanah tersebut dalam keadaan plastis.pengujian batas plastis bertujuan untuk menentukan
nilai dan baats cair suatu sampel tanah uji, nilai dari batas plastis dan bahan cairini digunakan untuk mendapatkan nilai indeks plastis tanah sehingga akan dapat diketahui bagaimana keadaan tanah tersebut apakah baik atau tidak 

C.Daun (folium)
      Merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiaptumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dantidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla)
daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat berwarna hijau dinamakan klorofil. Oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau. Daun mempunyai umur yang terbatas yang akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang
Fungsi daun bagi tubuh tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk :
·  Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi) terutama gas

5
·  Pengolahan zat makanan (asimilasi)
·  Penguapan air (transpirasi)
·  Pernafasan (respirasi)
Fungsi dari daun lengkap adalah :
Ø     Upih daun atau pelepah daun (vagina)
Ø     Tangkai daun (petiolus)
Ø     Helaian daun (lamina).
 Faktor-faktor yang mempengaruhi luasan daun yaitu:
*                       .Faktor cuaca panas Jika pada cuaca panas maka akan menyebabkan kekeringan dan meningkatnya    partikel debu,dimana debu ini nantinya akan menutupi stomata, sehingga jika stomata ditutupi akan menghambat proses fotosintesis, sehingga daun akan lebih kecil jika dibandingkan dengancuaca normal.
*                       Faktor nutrisi tanah Seperti yang kita ketahui bahwa tumbuhan juga sama dengan manusia, jika kita diberikan makan yang cukup maka akan terlihat lebih sehat jika dibandingkan dengan yang jarangmakan maka tumbuhan juga sama. Semakin banyak makanan maka daun akan lebih lebar jikadibandingkan dengan daun yang zat haranya kurang.
*                       Faktor naungan daunPenaungan sangat berperan dalam perbedaan lebar daun. Pada daun daerah yang lebat danluas, daun akan semakin besar.
*                       Kondisi tanah
*                       iklim
*                       arus air
  Ciri-ciri Daun Tercemar
 Beberapa ciri daun yang tercemar, yaitu:
Ø     Daunnya memiliki luas yang lebih kecil
Ø     Daun memiliki berat lebih kecil
Ø     Biasanya perrtumbuhan terhambat dikarenakan daun yang sangat tercemar ditutupi  oleh partikel-partikel debu

6
yang dapat menghambat proses fotosintesis yang akhirnya berpengaruh terhadap pertumbuhan daun.
Ø     Warna daun lebih kusam dan terlihat tidak segar
Ø     Terdapat banyak lubang pada permukaan daun.
Ciri-ciri Daun Tidak Tercemar
 Beberapa ciri daun tidak tercemar, yaitu:
Ø     Daun memiliki luas daun yang lebih lebar jika dibandingkan dengan daun yang tercemar.
Ø     Memiliki massa daun yang lebih berat.
Ø     Pertumbuhan tidak terhambat karena daun mendapat cahaya matahari yang sesuai dengankebutuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.   
Ø     Warna daunnya tampak lebih cerah dan segar.
Ø     Permukaan daunnya mulus atau lebih halus.

Faktor-faktor Penyebab Daun Tercemar
 Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi daun tercemar, diantaranya adalah:
·  Jumlah Kendaraan .Jumlah kendaraan dalam satu lokasi juga sangat berpengaruh terhadap dampak pencemaran daun. Karena semakin banyak kendaraan tingkat polusi dari asap kendaraan juga semakin tinggi sehingga tingkat pencemaranpun semakin tinggi 
·  Suhu Lokasi .Suhu ditempat juga mempengaruhi. Karena suhu yang terlalu ekstrim jugamempengaruhi keadaan daun .
·  Kondisi tanah Kondisi tanah di lokasi juga sangat menentukan karena bila kondisi tanah di tempatpengambilan sampel gersang maka sudah pasti tumbuhan tidak mampu hidup denganbaik sehingga nutrisi kedalam tubuh tumbuhan juga sedikit .


7
·  Perlakuan terhadap tumbuhanPerlakuan terhadap tumbuhan juga mempengaruhi . Bila satu dipohon setiap harinyadisiram, diberi pupuk sedangkan yang lain tidak diberikan perlakuan khusus .

D.PEMBAHASAN TENTANG DAUN YANG DIAMATI DITAHURA SIBOLANGIT
1.ALAT DAN BAHAN
A.Alat
No
Nama alat
Jumlah
1.
Penggaris
1 buah
2.
Gunting
1 buah
3.
Hvs
5 buah
4.
Kertas milimeter
1 buah

B,Bahan
No
Nama bahan
Jumlah
1
Daun patikan kerbau
(Euphorbia hirta)
Tercemar
5 helai

2
Daun patikan kerbau
(Euphorbia hirta)
Tercemar
5 helai









                                                                                    8         
2.PROSEDUR KERJA
No.
Prosedur kerja
1.
Mengambil daun patikan kerbau yang tercemar dan yang tidak tercemarpada urutan ke-5 dari pucuk tangkai daunnya
2.
Menyiapkan peralatan yang digunakan seperti kertas HVS, kertas millimeter,gunting,penggaris dan pena
3.
Menggambarkan pola daun patikan kerbau yang tercemar dan yang tidak tercemar pada kertas HVSatau kertas milimeter secara dua dimensi (dengan mengikuti pinggiran daun kedua sampel tersebut).
4.
Menggunting pola daun yang telah terbentuk pada kertas HVS
5.
Menggunting kertas HVS dengan ukuran 10 x 10 cm sebagai pembanding.
6.
Membandingkan luas,lebar, berat antara daun tercemar dan daun tidak tercemar
7.
Menimbang pola daun yang telah digunting pada kertas HVS tersebut dengan timbangan Digital
8.
Catat berapa berat daun tercemar dan dan daun tidak tercemar

SISTEMATIKA DAUN PATIKAN KERBAU
Kingdom     :plantae
divisi            :magnoliophyta    
kelas            :magnoliopsida
ordo             :euphorbiales
family          : Euphorbiaceae
genus            :Euphorbia
spesies          :Euphorbia hirta


9

     Patikan kerbau (Euphorbia hirta) merupakan suatu tumbuhan liar yang banyak ditemukan di daerah kawasan tropis. Di Indonesia tumbuhan Patikan kerbau dapat ditemukan diantara rerumputan tepi jalan, sungai, kebun-kebun atau tanah pekarangan rumah yang tidak terurus. Biasanya patikan kerbau ini hidup jadi satu dengan Patikan Cina (Euphorbia Prostrata) pada ketinggian 1 - 1400 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan patikan kerbau mampu bertahan hidup selama 1 tahun dan berkembang biak melalui biji. Patikan kerbau mempunyai warna dominan kecoklatan dan bergetah. Banyak pohonya memiliki cabang dengan diameter ukuran kecil. Daun Patikan kerbau mepunyai bentuk bulat memanjang dengan taji-taji. Letak daun yang satu dengan yang lain berhadap-hadapan. Sedang bunganya muncul pada ketiak daun. Patikan kerbau hidupnya merambat (merayap) di tanah.


10

Adapaun data yang didapat dari pengamatan plastisitas daun patikan kerbau dari hutan sibolangit
No.
Lebar/luas daun (cm)

Lebar/luas daun (cm)

KET

Tercemar

Tidak tercemar



Daun patikan kerbau
  X
Daun patikan kerbau
  X
1.
31cm
31 cm
37 cm
37 cm
2.
52cm
52 cm
56 cm
56 cm
3.
27 cm
27 cm
29 cm
29 cm
4.
32 cm
32 cm
32 cm
32 cm
5.
24 cm
24 cm
24 cm
24 cm
Keterangan dari data yg didapat diatas adalah
·  Daun 1
Massa daun asli <  daun kertas
Massa daun asli <  tidak tercemar terhadap daun kertas
Jadi rata rata daun tercemar <  dari daun tidak tercemar
·  Daun 2
Massa daun asli <  dari daun kertas
Massa daun asli < dari daun tidak tercemar terhadap daun kertas
Jadi rata rata daun tercemar <  dari daun tidak tercemar
·  Daun 3
Massa daun asli > dari daun kerta

11
Massa daun asli tidak tercemar > dari daun kertas
Jadi rata rata daun tercemar <  dari daun tidak tercemar
·  Daun 4
Massa daun asli <  dari daun kertas
Massa daun asli < dari daun tidak tercemar terhadap daun kertas
Jadi rata rata daun tercemar <  dari daun tidak tercemar
·  Daun 5
Massa daun asli > dari daun kerta
Massa daun asli tidak tercemar > dari daun kertas
Jadi rata rata daun tercemar <  dari daun tidak tercemar
Khasiat dari daun patikan kerbau diantaranya adalah:
  1. Radang tenggorokan
       Ambil daun patikan kerbau secukupnya, kemudian seduh dengan air panas secukupnya, saring ambil airnya, gunakan air seduhan daun patikan kerbau tersebut untuk berkumur-kumur.
  1. Bronkhitis
       Ambil bahan ramuan berikut, 1 genggam daun patikan kerbau dan  botol coca cola, kedua bahan tersebut rebus sampai mendidih, setelah mendidih angkat saring ambil airnya. Minum air ramuan tersebut 3 kali sehari masing-masing  cangkir sekali minum.
  1. Asma
      Ambil daun patikan kerbau kering 1 genggam, cuci sampai bersih selanjutnya kita rebus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih. Cara mengunakannya minum air ramuran tersebut 2 kali sehari  gelas, pagi dan sore.
  1. Radang perut, diare, disentri dan kencing darah
     Siapkan dua bahan ramuan berikut, daun patikan kerbau segenggam dan satu potong gula batu, cara mengolahnya rebus kedua bahan ramuan tersebut dengan volume air 3 gelas sampai mendidih, cara mengunakannya, saring ambil airnya kemudian minum air ramuan tersebut dua kali sehari dengan dosis sekali minum 1 cangkir.
  1. Radang kelenjar susu dan payudara bengkak
     Ambil daun daun patikan kerbau 1 genggam dan dua sendok kedelai, cuci sampai bersih, kemudian rebus kedua bahan ramuan tersebut secara bersamaan dengan volume air 3-5 gelas air sampai mendidih, saring ambil airnya, minum air ramuan berikut dua kali sehari dengan dosis satu gelas. Untuk cara lain : Ambil daun patikan kerbau yang masih segar dan garam dapur secukupnya, kedua bahan tersebut tumbuk sampai halus, tempelkan pada bagian payudara yang sakit.
  1. Eksim
     Ambil daun patikan kerbau secukupnya, rebus denga air secukupnya (sesuai kebutuhan) sempai mendidih, gunakan air ramuan tersebut untuk mencuci bagian tubuh yang sakit.























12

BAB III
PENUTUP


A.KESIMPULAN

Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulka bahwa :
1.Dari praktikum ini terlihat bahwa massa dari daun yang tercemar lebih ringan jikadibandingkan dengan massa daun yang tidak tercemar.
2.Dari berbagai lokasi yang berbeda ditemukan anatara berat dan luas dari daun yangtidak tercemar .
3.Faktor-faktor yang mempengaruhi daun tercemar adalah :
a. Jumlah kendaraan
b. Suhu lokasi
c.Kondisi tanah
d. Perlakuan terhadap tumbuhan
4.Ciri daun yang tercemar :
a.Daunnya Kecil
b.Berwarna kecokletan
c.Kering
d.Tampak banyak lobang
e.Ptioulusnya pendek 
f.Diameter ptioulusnya kecil
g.Tampak layu
5.Ciri daun tidak tercemar :
a.Daunnya lebar .
b.Berwarna kehijauan
c.Berlobang namun sedikit
13
d.Ptioulusnya panjang
e.Diameter ptioulusnya besar
g.Tampak segar dan sehat
6.Parameter yang diperhatikan dalam pengujian plastisitas yaitu : panjang dan lebardaun , panjang ptioulus (tulang daun ) , biomassa totl daun , panjang internodus ,diameter batang , panjang rhizome , kedalaman rhizome , biomassa batang , penetrasi maksimal akar , penyebaran lateral akar dan biomassa akar total .
7. Adapun variasi tingkat plastisitas dipengaruhi oleh beberapa factor –factor.pada umumnya tumbuhan yang kekurangan zat hara pertumbuhan tidak bagus dan akan mengalami kekerdilan dan mempengaruhi bentuk dan ukuran daun.
8. Tumbuhan sifat daunnya menjadi bervariasi selama tumbuhan ini ditanam pada kondisi tanah yang kering,Tetapi sifat daun tersebut akan hilang ketika ditanam pada dau berhumus..Tingkat plastisitas juga dipengaruhi oleh factor cuaca panas dan factor penaungan daun.
 9. Pada factor cuaca panas daun tercemar lebih kecil dari pada daun tidak tercemar kerena daun tercemar ditutupi oleh pertikel-pertikel debu yang dapat menghambat proses fotosintesis sehingga mempengaruhi terhadap pertumbuhan tumbuhan.
1O. Pada factor penaungan daun,pada daun daerah yang penaungannya tinggi(lebat),lebar dan luas daunnya akan semakin besar.Hal ini disebabkan karena setiap tumbuhan membutuhkan cahaya matahari ubtuk melakukan proses fotosintesis,begitu juga hal yang sebaliknya.
11.Sampel daun yamg diambil pada urutan ke-lima karena daun pada urutan ke-lima sudah dapatditentukan tercemar atau tidaknya daun tersebut, umur daun juga sudah cukup jadi sudahpasti daun telah mengalami banyak hal,Daun urutan ke-lima juga memiliki batang atauparameter plastisitas yang baik untuk diteliti
 
14

B.SARAN
Untuk lebih mengetahui PLASTISITAS maka kita butuh lebih banyak mempelajari terlebih dahulu daun tercemarf dan daun tidak tercemar tersebut dengan lingkungannya dan mencari litelatur pendukung demi untuk menambah wawasan kita tentang hal tersebut.























15
DAFTAR PUSTAKA

Mader, S,S. 2004.Biologi. Jakarta: Erlangga
Pratiwi, D . A. 2007.Biologi. Jakrta: Erlangga
Prawirohartono,Slamet.1994 . Biologi. Jakarta: Bumi Pustaka
Tjitrososoepomo,Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : UGM
Tim Dosen Biologi. 2012. Penuntun Praktikum Biologi Umum II 
Medan : FMIPAUNIMED
Widiyanti. 2003.Tumbuhan Dan Lingkungan. Jakarta : Erlangga





















16                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar