MAKALAH TENTANG BASIDIOMYCOTA
D
I
S
U
S
U
N
O
L E H
NAMA :MARDIAH
NIM :4132141014
KELAS :DIK C BIOLOGI 2013
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
TAHUN
AJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas
rahmat dan karunia-Nya kami masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk
menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen
bioteknologi serta rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan bantuannya
dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada
pembaca tentang kehidupan mikrobiologi khususnya tentang Basidiomycota.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak
kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya
dan umumnya bagi pembaca
Terimakasih
Jatinangor,Oktober 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………
1
DAFTAR ISI
…………………………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 3
Latar Belakang ……………………………………………………………………………… 3
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 3
Latar Belakang ……………………………………………………………………………… 3
Tujuan
………………………………………………………………………………………… 4
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………. 6
Daftar Gambar ……………………………………………………………………. ……..10
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………….. 13
Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 13
Daftar Gambar ……………………………………………………………………. ……..10
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………….. 13
Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 13
Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………….. 13
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Terdapat sekitar 30000 spesies basidiomycota yang telah
diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi. (kirk et al.
2001). Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio basidiomycota
memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk diploid yang
terjadi pada siklus hidupnya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai
dekomposer pada kayu atau bagian lain tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh
orang awam karena banyak jenis – jenis yang karpusnya (tubuh buahnya) besar dan
dapat dilihat dengan kasat mata. Dalam buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh
Indrawati Gandjar dkk. Kelompok tersebut (yang memiliki tubuh buah besar)
dipakai istilah cendawan. Banyak di antara cendawan (mushrooms) sudah
dimanfaatkan oleh manusai misalnya Agaricus bisporus, Pleurotus flabellatus,
dan Falmmulina velutipes, akan teteapi banyak juga yang beracun, bahkan ada
racun yang dapat mematikan, misalnya Amanita sp. Dkk.
Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro.
Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan
halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman. Sedangkan basidiomycota yang
makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar
sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag seperti payung, kuping,
dan setengah lingkaran.
Reproduksi pada jamur ini terjadi secara seksual dan secara
aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara menghasilkan konidia. Dan yang
secara seksual terjadi perkawinan antara hifa yang berbeda jenis.
Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama,
yaitu :
- Urediniomycetes,
- Hymenomycetes, dan
- Ustilaginomycetes (Sjamsuridzal, 2001).
Tujuan Penulisan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah memberikan informasi
tentang reproduksi, habitat, dll. agar pembaca mengetahui bahwa kelompok
jamur Basidiomycota ini merupakan kelompok jamur yang dapat dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari – hari (meskipun pada kelompok ini terdapat jamur yang
merugikan bagi manusia).
BAB II
PEMBAHASAN
Karakteristik Umum
Ciri-ciri basidiomycota
- Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis
- Hyfanya bersekat
- Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat
- Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme
- Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium
- Miselia dikariotik berumur panjang
- Memiliki tahapan diploid sementara
- Habitat jamur yang saprofit pada sisa – sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentukmikoriza.
Struktur tubuh
Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya
bersekat. Hifa vegetatif basidiomycota terdapat dalam substratnya
(tempat hidupnya). Misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun.
Jalinan hifa generatif ada yang membentuh tubuh buah dan ada yang tidak.
Tubuh buah disebut basidiokarp
Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat
dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti
paying, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang
dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat
lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang
akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora
generative.
Habitat
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada
sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan
batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya
tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan
membentuk mikoriza.
Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual.
Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti
Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi
melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksulal
(spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi
seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut.
Gambar. Reproduksi Seksual Basidiomycotina
Penjelasan :
- Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
- Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
- Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
- Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
- Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
- Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
- Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
- Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
- Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.
PERAN BASIDIOMYCOTA
- Yang menguntungkan manusia
|
No
|
Nama
Jamur
|
Peran
|
|
1
|
Jamur
kuping
(Auricularia polytricha)
|
Dapat
dimakan
|
|
2
|
Jamur
merang
(Volvariella volvacea)
|
Dapat
dimakan
|
|
3
|
Jamur
shitake
(Lentinulla edodes)
|
Dapat
dimakan
|
|
4
|
Jamur
kayu
(Ganoderma)
|
Sebagai
obat atau makanan suplemen
|
- Yang merugikan
|
No
|
Nama
Jamur
|
Peran
|
|
1
|
Jamur
karat
(Puccinia graminis)
|
Merupakan
parasit pada daun tanaman pertanian
|
|
2
|
Puccinia arachidis
|
Parasit
pada kacang tanah
|
|
3
|
Ustilago maydis
|
Parasit
pada jagung
|
|
4
|
Amanita ocreata
|
Beracun
jika dimakan
|
|
5
|
Amanita phalloides
|
Beracun
jika dimakan
|
|
6
|
Amanita muscaria
|
Dapat
menyababkan halusinasi jika dimakan
|
Terdapat beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang mempunyai
tubuh buah yang sulit dibedakan antara beracun dan tidak beracun, sehingga
lebih baik jangan memakan jamur yang belum diketahui dapat dimakan atau
tidaknya.
Daftar Gambar
Amanita muscaria
Auricularia polytricha Amanita ocreata
Amanita phalloides
Ganoderma Puccinia graminis
Lentinulla edodes Volvariella
volvacea Puccinia arachidis
Gambar siklus hidup Puccinia graminis
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sebagian jenis jamur ada yang dapat dimakan sebagai sumber protein, lemak. dan glikogen. Beberapa jenis lainnya dapat dimanfaatkan dalam industri makanan dan minuman dengan melalui proses fermentasi.
Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sebagian jenis jamur ada yang dapat dimakan sebagai sumber protein, lemak. dan glikogen. Beberapa jenis lainnya dapat dimanfaatkan dalam industri makanan dan minuman dengan melalui proses fermentasi.
Di dalam ekosistem, jamur sangat berguna sebagai organisme
dekomposer (pengurai). Jamur bersama bakteri berperan dalam menguraikan sampah
organik hingga menjadi
bentuk sederhana.
Namun, beberapa jenis jamur ada yang dapat menyebabkan
penyakit, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Akibat serangan jamur,
tidak sedikit kerugian yang
ditimbulkannya terhadap hasil pertanian. Berikut ini
beberapa contoh jamur yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan
DAFTAR PUSTAKA
Buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh Indrawati Gandjar dkk.
Buku biologi 1 Oleh Diah Aryulina Choirul Muslim, dkk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar